Alasan Bertahan di Batas Friendzone

friendzone

Istilah “friendzone” sangat familiar di kalangan kawula muda. Friendzone adalah julukan untuk kalangan pasangan laki-laki dan perempuan yang notabene mengaku berteman tapi hubungan intens dan keakraban mereka sebenarnya seperti lebih dari teman.

Mereka bilang hanya berteman, akan tetapi sering curhat-curhatan intens, saling menghibur di kala sedih, saling tahu apa menjadi kesukaan dan yang dibenci, suka hang out bareng, bahkan sama-sama memberi perhatian layaknya kekasih.

Bahayanya hubungan seperti ini adalah ketika salah satu pihak saja yang terlanjur jatuh cinta, sedangkan yang pihak satunya tiba-tiba berterus-terang bahwa baru saja mengikat komitmen in relationship dengan orang lain . Tak ayal lagi, tentu saja, pihak ‘yang dirugikan’ adalah si pihak yang sudah kadung jatuh cinta tapi bertepuk sebelah tangan bahkan ‘ditikung’ orang lain tanpa sepengetahuannya. SAKIT BANGET…

Uniknya, siapapun bisa terseret ke dalam zona friendzone ini.

Mereka memiliki alasan tersendiri mengapa bertahan di batas friendzone:

1. “Berteman lebih baik karena dia terlalu baik.” biasanya alasan utamanya adalah itu. Anehnya, kenapa mempunyai seorang teman (lawan jenis) yang terlalu baik hanya berhak dijadikan sebagai teman? Toh sama-sama pengertian dan perhatian satu sama lain.

2. Takut kehilangan. Klise. Mereka satu sama lain ada rasa takut kehilangan seandainya hubungan mereka berubah menjadi sepasang kekasih. Mereka sama-sama sayang (ntah, mungkin rasa sayang itu lebih dari teman), namun diliputi takut terjadi ending buruk – yaitu PUTUS – setelah hubungan friendship itu berubah menjadi in relationship. Pasangan ini menganut pola pikir bahwa “hubungan in relationship suatu waktu-waktu bisa putus, sedangkan friendship for last ever. Pada dasarnya, mereka tidak mau ambil risiko, putus hubungan pertemanan.

3. Jarak. Bukan hanya ada LDR alias Long Distance Relationship, tapi juga ada pula hubungan Long Distance Friendship. Pasangan berteman seperti ini masih bisa intens meski terpisah jarak. Komunikasi bisa tetap berjalan via sms, telpon, jejaring sosial, atau sesekali pertemuan langsung.

4. Tidak ada chemistry sebagai kekasih. Kalau yang satu ini tidak bisa diganggu gugat. Sebab, cinta tidak bisa dipaksa dan akan tumbuh secara natural.

How, anybody has been in friendzone right now? 🙂

Tips Cantik Lainnya

Masukkan komentarmu

Alamat email kamu nggak akan dipublikasikan.Wajib diisi

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

Post Navigation