Cacing Kremi, Si Penyebab Gatal di Malam Hari

ctk53

Cacingan adalah suatu penyakit yang disebabkan oleh masuknya parasit yang berupa cacing ke dalam tubuh manusia. Infeksi cacing yang paling umum terjadi adalah infeksi oleh cacing kremi (Enterobius vermicularis), hal ini sangan lazim terjadi pada berbagai golongan masyarakat terutama anak-anak.

Jumlah penderita infeksi cacing kremi yang tinggi tidak terlepas dari keadaan Indonesia yang beriklim tropis dengan kelembaban udara yang tinggi serta tanah yang subur yang merupakan lingkungan optimal bagi kehidupan cacing. Infeksi cacing berhubungan erat dengan perilaku hidup sehat dan hygiene sanitasi lingkungan. Infeksi biasanya terjadi melalui kontaminasi tangan oleh anus. Infeksi cacing ini juga dapat terjadi melalui debu dan kontak yang erat.

Penularan
Cara penularan cacung kremi dapat melalui tiga jalan, yaitu:
1. Penularan dari tangan ke mulut penderita sendiri atau pada orang lain sesudah memegang benda yang tercemar telur cacing, misalnya alas tempat tidur atau pakaian dalam penderita.
2. Melalui pernafasan dengan menghisap udara yang tercemar telur cacing.

Gejala
Gejala yang dirasakan penderita antara lain:
1. Rasa gatal hebat di sekitar anus
2. Rewel (pada anak-anak, karena rasa gatal sehingga tidurnya pada malam hari terganggu)
3. Kurang tidur (biasanya ketika malam hari karena rasa gatal yang ditimbulkan oleh cacing betina yang bermigrasi ke anus untuk bertelur)
4. Nafsu makan berkurang, berat badan menurun (jarang terjadi, namun bisa terjadi pada infeksi yang berat)
5. Rasa gatal atau iritasi vagina (pada anak perempuan, jika cacing dewasa masuk ke dalam vagina)
6. Kulit di sekitar anus menjadi lecet, kasar, atau terjadi infeksi akibat penggarukan.

Tindakan Pencegahan:
(1) Cuci seprei, sarung bantal, handuk dan pakaian dalam yang terinfeksi cacing dengan air panas 55°C setiap hari selama masa pengobatan. Jangan “mengucek” barang tersebut karena dapat menyebarkan telur cacing ke udara.
(2) Telur cacing dapat musnah/rusak dengan adanya sinar matahari, jadi pastikan tirai/gorden selalu dibuka.
(3) Bersihkan kumpulan telur cacing di daerah anus pada individu yang terinfeksi setiap hari saat mandi pagi.
(4) Gunakan desinfektan pada tolitet selama masa pengobatan.
(5) Bersihkan telur cacing yang terdapat pada tempat tidur, tirai dan kamar dengan vacuum cleaner. Dengan mengepel atau vacuum cleaner dapat mencegah atau mengurangi penyebaran telur cacing di udara.
(6) Setelah anak yang terinfeksi ke toilet, cuci tangan anak dengan sabun dan sikat. Gunting kuku secara teratur untuk mencegah penyebaran telur dan cuci tangan dengan teratur terutama sebelum makan dan setelah menggunakan toilet.

Pengobatan
Pyrantel pamoat adalah satu-satunya obat tanpa resep yang digunakan untuk terapi infeksi cacing. Anda dapat membelinya secara bebas di apotek, tapi penggunaannya tetap harus sesuai petunjuk yang tertera ya.

Pengobatan herbal
Ambil satu lembar daun pepaya dan 15 gram akar pohon bunga melati direbus dengan 600 mL air hingga tersisa 300 mL, kemudian airnya diminum selagi hangat. Minum secara teratur dua kali sehari
ATAU
Tiga butir bawang putih, 30 gram akar pepaya dan gula merah secukupnya (dipotong-potong) direbus dengan 600 mL air hingga tersisa 300 mL. Airnya dimininum selagi masih hangat, untuk dua kali minum. Konsumsi secara teratur 2 kali sehari

Tips Cantik Lainnya

Ada 1 komentar untuk artikel “Cacing Kremi, Si Penyebab Gatal di Malam Hari

  1. Aisyah on July 24, 2014 at 8:10 am said:

    hiiiiii

Masukkan komentarmu

Alamat email kamu nggak akan dipublikasikan.Wajib diisi

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

Post Navigation