Cara Pencegahan dan Pengobatan Kista Secara Alami

penyakit kista

Organ reproduksi wanita terdiri atas indung telur (ovarium), tuba falopi (saluran telur), dan vagina. Kelainan dan penyakit pada reproduksi adalah momok menakutkan bagi wanita. Penyakit ini dapat mengakibatkan kurang suburnya sel telur, mengurangi kualitas hidup atau menyebabkan penyakit yang mengancam jiwa. Untuk mencegah dari hal – hal yang mengerikan tersebut, kita juga perlu menjaga kesehatan dan kebersihan organ reproduksi kita.

Apa itu Penyakit Kista

Ladies, pasti pernah mendengar penyakit kista, kan? Kista merupakan benjolan yang berisi cairan yang berada pada indung telur. Bentuknya kistik, berisi cairan kental, dan ada pula yang berbentuk anggur. Kista juga ada yang berisi udara, cairan, nanah, ataupun bahan-bahan lainnya. Kebanyakan kista tidak berbahaya. Namun, beberapa dapat menimbulkan masalah, mulai dari nyeri haid, kista pecah, pendarahan, hingga penyakit serius, seperti: terlilitnya batang ovarium, gangguan kehamilan, infertilitas hingga kanker endometrium. Kista berbeda dengan mioma. Kista berbentuk cairan, sedangkan mioma berbentuk massa solid (tumor). Kista biasanya tumbuh dalam ovarium (indung telur) wanita, sedangan mioma pada dinding rahim wanita. Pada kenyataannya, seorang wanita bisa mengalami baik kista maupun mioma secara bersamaan. Banyak yang menyebut kista sebagai silent killer lantaran sulit untuk dideteksi, namun pada jenis tertentu mengandung tingkat mematikan yang cukup tinggi. Tidak seperti kanker mulut Rahim yang dapat dideteksi dengan papsmear, kista atau tumor ovarium masih sangat sulit untuk dideteksi keberadaanya. USG, MRI, CT-Scan, pemeriksaan anatomi, laparoskopi dan operasi adalah teknik – teknik yang biasanya digunakan untuk mendeteksi keberadaan kista di dalam tubuh pasien.

Bagaimana Kista Bisa Terbentuk

Wanita normal biasanya memiliki dua ovarium seukuran kenari di sisi kiri & kanan rahim. Masing-masing ovarium menghasilkan satu telur yang terbungkus dalam folikel (kantong). Ketika telur keluar, hormon estrogen akan memberi sinyal kepada rahim. Pada gilirannya, lapisan rahim mulai menebal dan mempersiapkan pembuahan telur oleh sperma (kehamilan). Bila telur tidak dibuahi, maka seluruh isi rahim akan dikeluarkan dalam bentuk haid bulanan. Jika folikel gagal untuk pecah dan melepaskan telur, cairannya tetap tinggal dan dapat membentuk kista kecil (lebih kecil dari 4 cm). Ini normal terjadi dan biasanya terjadi pada salah satu ovarium. Kondisi ini disebut sebagai kista fungsional, biasanya akan hilang dengan sendirinya, dan tidak perlu diobati.

Jenis-jenis Kista Ovarium

1. Kista Corpus Luteum
Jenis ini, adalah yang paling umum terjadi, biasanya tidak ada gejala dan dapat berukuran 2-6 cm diameternya. Pada saat telur keluar dari ovarium ke rahim, maka folikel dapat terkunci dan terisi darah ataupun cairan. Inilah yang membentuk kista jenis ini. Bilamana ukurannya membesar dan menyebabkan batang ovarium terlilit (twisted), dapat menimbulkan rasa sakit yang luar biasa, dan memerlukan tindakan operasi.

2. Kista hemorrhagic, yaitu timbulnya pendarahan dalam kista fungsional. Gejalanya biasanya kram perut.

3. Kista dermoid
Jenis ini biasanya menyerang wanita berusia lebih muda dan dapat tumbuh besar (15 cm) dan berisi tidak hanya cairan, tapi juga lemak, rambut, jaringan tulang ataupun tulang rawan. Jenis ini dapat meradang dan menyebabkan posisi tuba fallopi terlilit (torted/twisted).

4. Kista Endometrium
Disebut juga endometriosis. Jenis ini terjadi ketika jaringan lapisan rahim (endometrial) hadir dalam ovarium wanita. Biasanya berisi darah kecoklatan, dan ukurannya berkisar antara 2 cm hingga 20 cm. Karakteristiknya: menyerang wanita usia reproduksi, menimbulkan sakit nyeri haid yang luar biasa, dan mengganggu kesuburan (fertilitas).

5. Kistadenoma, yaitu bila tumor terbentuk dari jaringan ovarium. Tumor jenis ini biasanya berisi cairan dan dapat berukuran sangat besar, bahkan hingga 30cm atau lebih diameternya.

6. Polycystic-appearing ovary, yaitu suatu kondisi dimana kista-kista kecil terbentuk di sekeliling luar ovarium. Kondisi ini bisa terjadi pada wanita normal, maupun pada wanita yang mengalami gangguan hormon endokrin.

7. Sindrom Polisistik Ovari (Polycystic Ovarian Syndrom – PCOS), yaitu kondisi di mana ditemukan banyak kista dalam ovarium. Hal ini terjadi karena ovarium memproduksi hormon androgen secara berlebihan, dan bisa terjadi karena faktor genetic (diturunkan).

Sobat, perlu diketahui ada beberapa faktor resiko yang menyebabkan berkembangnya kista ovarium. Biasanya dialami oleh wanita yang memiliki riwayat kista ovarium terdahulu, siklus haid tidak teratur, perut buncit, menstruasi di usia dini (11 tahun atau lebih muda), sulit hamil, penderita hipotiroid, dan penderita kanker payudara yang pernah menjalani kemoterapi.

Gejala dan Diagnosa Kista Ovarium:

– kram perut bawah atau nyeri panggul yang timbul tenggelam dan tiba-tiba menusuk
– siklus haid tidak teratur
– perut bawah sering terasa penuh atau tertekan
– Nyeri haid yang luar biasa, bahkan terasa hingga ke pinggang belakang
– Nyeri panggul setelah olahraga intensif atau senggama
– Sakit atau tekanan yang menyertai saat berkemih atau BAB
– Mual dan muntah
– Rasa nyeri atau keluarnya flek darah dari vagina

Bagaimana Cara Mencegah Kista Terjadi

Ada beberapa langkah untuk mencegah timbulnya kista, diantaranya adalah dengan melakukan gaya hidup sehat, mengurangi konsumsi makanan yang berkadar lemak tinggi yang tidak baik untuk tubuh kita, menerapkan pola hidup sehat, hindari kawasan yang memiliki radikal bebas partikel debu dan polusi, lakukan check-up medis minimal setahun sekali untuk ibu-ibu atau wanita yang sudah pernah berhubungan seks.

Makanan yang Harus Dihindari Penderita Kista

1. Hindari makan jeroan, ayam broiler, telur, gorengan, fastfood, durian.
2. Hindari kacang kedelai dan produk dari kacang kedelai seperti tahu, tempe, susu kedelai
3. Kurangi makanan / minuman yang manis – manis
4. Perbanyak makan sayuran (kecuali kol) & buah-buahan (kecuali durian dan yang terlalu manis seperti rambutan, lengkeng).
5. Hindari STRESS , cukup istirahat.

Resep Herbal / Cara Alami Mengobati Kista Ovarium

Menurut Prof. H.M. Hembing Wijayakusuma, ada beberapa contoh resep/ ramuan tumbuhan obat yang dapat digunakan untuk membantu mengatasi kista ovarium:

  • 60 gram temu putih segar + 15 gram sambiloto kering atau 30 gram yang segar, direbus dengan 600 cc air hingga tersisa 300 cc, disaring, airnya diminum dua kali sehari, setiap kali minum 150 cc.
  • 30 gram daun dewa segar + 50 gram temu mangga + 5 gram daging buah mahkota dewa kering, direbus dengan 800 cc air hingga tersisa 400 cc, disaring, airnya diminum untuk dua kali sehari, setiap kali minum 200 cc.
  • 60 gram benalu yang hidup di pohon teh + 30 gram rumput mutiara atau rumput lidah ular kembang putih, direbus dengan 800 cc air hingga tersisa 400 cc, disaring, airnya diminum untuk dua kali sehari, setiap kali minum 200 cc.

Catatan :
Pilih salah satu resep, lakukan secara teratur, dan tetap konsultasi ke dokter
Untuk perebusan gunakan periuk tanah, panci enamel atau panci kaca.
Rumput lidah ular kembang putih kering dapat dibeli di toko obat tionghoa dengan nama bai hua she she cao.

Tips Cantik Lainnya

Ada 1 komentar untuk artikel “Cara Pencegahan dan Pengobatan Kista Secara Alami

  1. maaf , dari apa yang saya di beberapa artikel justru sayuran kol sangat di anjurkan bagi penderita kista…

Masukkan komentarmu

Alamat email kamu nggak akan dipublikasikan.Wajib diisi

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

Post Navigation