Ciri Ciri Cream Mengandung Merkuri dan Bahayanya

8039387695_c7ea1dd47c

Sahabatku yang Cantik, tentu telaten menggunakan krim wajah untuk merawat kesehatan dan kecantikan kulit wajahnya. Tapi sekarang ini kita diresahkan dengan penggunaan Merkuri sebagai bahan dasar kosmetik. Sebenarnya, apa sih Merkuri itu?

Merkuri atau Hydrargyrum dalam Bahasa Latin, merupakan nama lain dari air raksa yang sering kita lihat digunakan sebagai bahan termometer, barometer, dan peralatan ilmiah lain. Merkuri adalah logam murni, dan satu-satunya zat logam yang berbentuk cair pada suhu kamar, dan merupakan logam berat yang memiliki kadar toxic yang tinggi, meskipun hanya dalam konsentrasi kecil.

Akan tetapi karena Merkuri memiliki efek mencerahkan kulit dalam waktu singkat, banyak produsen nakal yang menggunakan Merkuri sebagai bahan dalam meracik kosmetiknya. Dengan iming-iming menjadikan kulit lebih cerah dan cantik dalam waktu sangat singkat, banyak yang tergiur untuk menggunakan kosmetik-kosmetik yang mengandung racun itu.

Tentu saja hal itu sangat berbahaya bagi kesehatan dan kecantikan kulit Sobat. Pada penggunaan awal, wajah memang akan terlihat cerah dan bersih karena flek hitam di wajah hilang. Tapi tahukah, Anda, bahwa setelahnya kulit kita akan rusak? Jika penggunaan kosmetik yang mengandung Merkuri itu dihentikan, atau kulit terkena sinar matahari, maka flek-flek hitam akan kembali dan malah akan semakin melebar dan hitam. Belum lagi ancaman kanker yang harus dihadapi, karena sifatnya yang karsinogenik (memicu kanker). Merkuri juga tidak bisa diuraikan oleh tubuh kita sehingga akan mengendap di dalam tubuh. Walaupun penggunaannya hanya dioleskan di permukaan kulit, tetapi Merkuri akan meresap ke dalam kulit dan bersama darah berlayar menuju organ vital, seperti ginjal, hati, jantung, sumsum tulang belakang, serta otak. Secara umum, Merkuri dapat mengakibatkan kerusakan ginjal yang parah. Kandungan Merkuri inorganik dalam krim pemutih juga bisa menimbulkan keracunan bila digunakan untuk waktu lama.

Pemakaian kosmetik bermerkuri itu juga berbahaya bagi janin, lho. Merkuri yang tertimbun dalam tubuh ibu hamil dapat memperlambat pertumbuhan janin, bahkan hingga kematian janin dan keguguran. Merkuri Kalaupun bayi lahir dengan selamat, akan ada kemungkinan anak menjadi autis yang disebabkan oleh Merkuri mencemari janin ketika masih berada dalam kandungan si ibu. Selain itu, Merkuri juga dapat menyebabkan kemandulan.

Oleh karena itu, Sobat disarankan untuk lebih cermat dalam memilih produk yang digunakan. Masalahnya, bagaimana cara mengetahui apakah kosmetik mengandung Merkuri atau tidak? Selain melalui pemeriksaan di laboratorium, berikut ini adalah beberapa hal yang bisa Anda perhatikan sendiri.

Ciri-ciri Cream Kecantikan Mengandung Merkuri :

  • Krim terasa lengket. Di beberapa kasus, ada yang mencampurkan Merkuri dengan bedak dingin atau bedak jerawat agar tampak lebih encer dan lembut.
  • Pada umumnya akan terlihat bahwa krim Merkuri tidak menyatu dengan sempurna. Bila didiamkan, minyak akan terpisah dengan bagian padat.
  • Bau logam Merkuri akan tercium. Bisa jadi juga krim beraroma parfum yang menyengat, untuk menyembunyikan bau Merkuri.
  • Warna krim biasanya sangat mencolok, karena biasanya bahan pewarna yang digunakan adalah bahan pewarna tekstil. Misalnya saja, krim kuning-putih. Krim kuning untuk pagi, dan putih untuk malam. Biasanya krim berwarna putih mengilat seperti mutiara. Warna mengilat itu adalah logam Merkuri.
  • Jika kulit sensitif, maka akan terasa panas dan gatal ketika dioleskan.
  • Pemakaian awal akan menyebabkan kulit iritasi, dan akan diperparah jika kulit terpapar sinar matahari langsung.
  • Kulit akan menjadi putih tidak normal, biasanya menjadi pucat. Perubahan wana kulit hanya dalam waktu singkat. Makin tinggi kadar Merkuri yang terkandung di dalam krim yang digunakan, maka makincepat memberikan warna putih.
  • Wajah sama sekali tidak berjerawat. Hal itu karena jaringan epidermis kulit telah rusak, sehingga tidak lagi memroduksi protein. Selain itu, bakteri dan kuman juga tidak menyukai kulit yang telah tercemar oleh Merkuri.
  • Pori-pori seolah menjadi kecil dan halus. Sebenarnya yang terjadi adalah, lapisan terluar kulit telah terkikis oleh logam Merkuri. Efeknya akan terasa ketika kulit terkena sinar matahari langsung. Kulit akan terasa terbakar, gatal dan kemerahan. Itu karena kulit sudah tidak lagi memiliki melanin yang berfungsi untuk melindungi kulit dari sinar matahari.
  • Terjadi keracunan metabolisme tubuh seperti pusing, mual-mual, gemetaran (tremor), susah tidur, gangguan penglihatan, gangguan emosi, gangguan pada saluran kemih, depresi, dan pikun.

Cara Test untuk Mengetahui Apakah Cream ada Kandungan Merkuri.

Ada cara yang cukup sederhana untuk Sobat terapkan saat memilih kosmetik. Gunakan emas untuk mengetahui apakah ada kandungan Merkuri atau tidak. Caranya, usapkan krim yang diujikan pada perhiasan emas Anda. Jika emas berubah warna menjadi kehitaman, berarti krim itu mengandung Merkuri dengan kadar tinggi. Bila warna emas menjadi keabu-abuan (kusam), itu juga berarti bahwa krim tersebut mengandung Merkuri, hanya saja kadarnya lebih rendah. Nah, jika emas tidak berubah warna, berarti krim tersebut bebas dari Merkuri. Pengujian yang sama juga bisa dilakukan ketika memilih lipstik. Tenang saja, karena warna emas yang digunakan untuk pengujian akan kembali ke warna semula. Jadi, jangan ragu untuk mempraktekkannya ya, Ladies.

Saran lain untuk Anda, jangan mudah tergiur dengan iming-iming produsen dan distributor mengenai khasiat kosmetik yang bisa didapatkan dalam waktu singkat, ya. Mereka sudah pasti akan mengatakan bahwa produknya aman dan menutupi kandungan sebenarnya dalam kosmetik. Sebaiknya pilih kosmetik yang mencantumkan nomor izin dari Badan POM, dan hanya membeli di toko-toko resmi. Atau gunakan bahan-bahan alami yang banyak kita bahas di blog ini untuk merawat kecantikan sehingga anda akan cantik secara natural, Ok Ladies harus berani berkata I’m Not Artificial.

Tips Cantik Lainnya

Ada 2 komentar untuk artikel “Ciri Ciri Cream Mengandung Merkuri dan Bahayanya

  1. ihhh ngeri ya,,,,harus pinter2 pilih krim nihh,,,terima kasih tipsnya,,,sangat bermanfaat deh,,,

  2. 19 th yllu sy ingin sekali uji kualitatif dn kuantitatif terhadap kosmetik yg mengandung mercury u TA saya. Beberapa literatur saya cari u mendukung ta saya, namun sy sangat kesulitan menemukan alat yg digunakn u memisahkn mercury dari bahan & pewarna yg terkandung dlm kosmetik shg siap u diuji baik scr kulitatif maupun kuantitatif. Karena tanpa dipisahkan dr pewarna maupun bahan lain dr kosmetik, uji kulitatif sj sulit ditentukan karena perubahan warna ketika ditambah dg reagen sulit diamati, apa lg uji kuantitatif(kadar)nya.
    Membaca artikel SB sy sangat heran, kok begitu mudahnya uji/tes kulitatif thdp mercury.
    Karena penasaran sy pun mencoba semua kosmetik yg sy punya, mulai dr produk perawatan sampai dekoratif.
    Alhasil pemutih yg sy pakai tdk menimbulkan warna abu2/hitam. Sedangkan semua produk dekoratif dg merk dagang yg cukup terkenal berubah mnjadi hitam stlh digosok dg emas. Produk kosmetik tsb dari S***u, W****h, O*****e, I******s, dan P***y.
    Sy pun mulai bimbang, benarkah kosmetik2 tsb mengandung mercury? Sedangkan semua yg sy coba tlh lolos uji BPOM….
    Sebagai catatan produk pemutih yg sy tes berupa cream berwarna putih(tdk berubh jd hitam), sedang kosmetik dekoratif berwarna mulai dari coklat muda, merah, hijau, ungu dlsb(mjd hitam, merk dalam dn luar yg terkenal dn banyak digunakan wanita indonesia)
    Mungkinkah perubahan warna mnjadi hitam stlh digosok dg emas karena adanya zat warna dlm kosmetik? Dn bukan karena adanya Hg/mercury?

    Mohon penjelasan lebih lanjut, dari mana prosedur tes mercury yg Anda dapatkan dn apakah tes tsb bisa dibuktikan scr laboratoris. Berhubung hmpir semua prooduk terkenal pisitif dg tes tsb, konsumen mnjadi bingung dn bila tdk terbukti produsen jg dirugikan.

    Terima kasih dan salam….

Masukkan komentarmu

Alamat email kamu nggak akan dipublikasikan.Wajib diisi

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Post Navigation