Jenis Stroke dan Bagaimana Cara Mengatasinya

Stroke

Stroke adalah penyebab utama kematian di Amerika dengan satu orang meninggal setiap 4 menit. Sekitar 800.000 orang mengalami stroke setiap tahun, setiap 4 detik ada satu orang yang meninggal akibat penyakit stroke. Namun, penyakit jantung, kanker, dan penyakit pernafasan kronis lebih merenggut banyk nyawa, karena lebih mematikan. Ia mampu merenggut 1 sampai 3 nyawa.

Stroke terjadi karena masalah dengan pasokan darah ke otak, baik pasokan darah tersumbat atau pembuluh darah di dalam otak pecah. Stroke adalah keadaan darurat medis, dan pengobatannya harus dicari secepat mungkin.

Jenis Stroke
Ada tiga jenis utama stroke :

  • Stroke Iskemik
  • Stroke Hemoragik
  • Transient ischemic attacks (TIA), juga disebut sebagai mini stroke

Stroke Iskenik
Stroke iskemik adalah bentuk yang paling umum dari stroke dengan sekitar 85% stroke merupakan stroke jenis ini. Mereka disebabkan oleh arteri yang menghubungkan ke otak menjadi tersumbat atau menyempit , sehingga iskemia sangat mengurangi aliran darah.

Penyumbatan ini sering disebabkan oleh gumpalan darah yang terbantuk, baik di arteri yang terhubung ke otak, atau lebih jauh sebelum masuk ke aliran otak. Gumpalan dapat disebabkan oleh timbunan lemak di dalam arteri yang disebut plak.

Pria dengan perangkat pemantauan tekanan darah atau hipertensi juga dapat menyebabkan pecahnya pembuluh darah dan stroke hemoragik.

Stroke Hemoragik
Stroke hemoragik disebabkan oleh bocornya arteri di otak. Pendarahan akan memberikan tekanan pada sel otak dan menyebabkan kerusakan. Pembuluh darah dapat meledak atau menumpahkan darah di tengah otak atau dekat permukaan otak, lalu mengirimkan darah ke dalam ruang antara otak dan tengkorak.

Pecahnya pembuluh darah dapat disebabkan oleh kondisi tertentu seperti hipertensi, trauma, obat pengencer darah, dan aneurisma (kelemahan pada dinding pembuluh darah)

Trancient Ischemic Attack (TIA)
TIA berbeda dari kedua jenis stroke diatas, karena aliran darah ke otak terganggu hanya sementara untuk waktu yang singkat. Mereka mirip dengan stroke iskemik dan mereka sering disebabkan oleh pembekuan darah atau kotoran lainnya.
TIA harus dianggap sebagai darurat medis, seperti jenis stroke yang lain. Walaupun penyumbatan arteri bersifat sementara. Mereka merupakan gejala yang kurang baik.

Menurut Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC), lebih dari sepertiga orang yang mengalami TIA cenderung akan mengalami stroke berat dalam waktu setahun jika mereka tidak menerima pengobatan apapun. Antara 10-15% akan mengalami stroke berat dalam waktu 3 bulan

Poin Penting Tentang Stroke
Berikut ini adalah poin tentang stroke yang wajib anda ketahui. Apa saja?

  • Selama stroke, otak tidak menerima cukup oksigen atau nutrisi, menyebabkan sel-sel otak mati
  • Ada tiga jenis utama stroke, yaitu stroke iskemik, stroke hemoragik, dan serangan iskemik transien.
  • Cara paling efektif untuk mencegah stroke adalah dengan mempertahankan hidup sehat.

Stroke terjadi ketika terjadi masalah dengan pasokan darah ke otak, baik pasokan darah yang tersumbat atau pecahnya pembuluh darah di dalam otak. Di AS, sekitar 40% dari kematian stroke terjadi pada laki-laki, sedangkan sisanya 60% terjadi pada wanita. Di tahun 2006, tingkat kematian akibat stroke per 100.000 populasi dapat dibagi menjadi kelompok-kelompok social tertentu pada 41,7% untuk laki-laki kulit putih, 41,1% untuk perempuan kulit putih, 67,7% untuk pria kulit hitam, dan 57% perempuan kulit hitam.

Orang Yang Dapat Terkena Resiko Stroke
Stroke dapat mengancam seseorang yang memiliki kelebihan berat badan, berusia 55 tahun atau lebih, serta memiliki angoota keluarga yang memiliki riwayat penyakit stroke sebelumnya, jarang berolahraga, banyak minum, maupun menggunakan obat-obatan terlarang.

Stroke adalah peristiwa yang mengubah hidup dan dapat mempengaruhi seseorang, baik secara fisik dan emosional. Dengan demikian,mungkin perlu dilakukan kegiatan rehabilitasi tertentu agar orang yang telah mengalami stroke dapat pulih sepenuhnya.

Cara Mengobati Stroke yang Benar
Terapi wicara dapat membantu. Praktek relaksasi dan mengubah gaya komunikasi, menggunakan gerakan atau nada yang berbeda, misalnya meminta bantuan therapist. Terapi fisik membantu belajar kembali gerakan dan koordinasi. Hal ini penting untuk dilakukan walaupun mungkin terasa sulit bagi penderita stroke.

Terapi juga akan membantu penderita untuk melaksanakan kegiatan sehari-hari, seperti mandi, memasak, berpakaian, membaca, menulis, makan, dan sebagainya.

Bergabunglah dengan kelompok pendukung dapat membantu masalah kesehatan mental seperti depresi yang dapat terjadi setelah stroke. Dnegan bergabung dengan sesame penderita, maka penderita akan merasa memiliki teman dan memiliki smeangat untuk sembuh. Selain itu, bergabung dnegan sesame penderita dapat membantu mengatasi masalah kesehatan mental, seperti depresi yang terjadi setelah stroke. Banyak sekali informasi yang dapat ditukar antar sesame penderita. Dukungan dari teman dan keluarga juga dapat begruna untuk memberikan kenyamanan.

Mencegah Stroke
Cara terbaik untuk mencegah stroke adalah untuk mengatasi penyebab yang mendasarinya. Hal ini paling baik dilakukan dnegan memulai gaya hidup sehat sejak dini. Berikut ini adalah langkah sederhana yang dapat anda lakukan, yaitu :

  • Hindari penggunaan obat terlarang
  • Makanlah makanan yang kaya buah dan sayuran dnegan kandungan kolesterol dan lemak jenuh yang rendah
  • Berolahraga secara teratur
  • Jagalah tekanan darah agar berada di bawah control
  • Jaga juga diaberes agar berada di bawah control
  • Jaga berat badan yang sehat
  • Berhenti konsumsi alkohol
  • Berhenti juga merokok

Mengamati Stroke
Stroke dapat terjadid engan cepat, sehingga harus didiagnosis dari awal. Salahs atu cara untuk mengamati stroke adalah dengan mengingat FAST atau cepat.

F (Face). Face atau muka merupakan salah satu tanda yang bisa terlihat. Apakah saat orang tersebut tersenyum, salah satu sisi wajahnya terkulai. Jika ya, itu adalah salahs atu tandanya.

A (Arms). Lengan pun juga tak luput dari perhatian. Jika seseorang mencoba untuk mengangkat kedua lengan mereka, namun salah satu lengannya tidak mampu terangkat bisa jadi hal ini menjadi tanda adanya penyakit stroke.

S (Speech). Speech atau berbicara. Jika seseorang mengalami kesulitan berbicara atau mengulangi frase kata, maka bisa jadi hal ini merupakan tanda penyakit stroke.

Jika tanda ini mulai muncul segera hubungi dokter atau layanan darurat agar segera mendapat pengobatan.

Cara Mendiagnosa Stroke 
Ada beberapa jenis tes diagnostic yang biasanya digunakan oleh dokter untuk mendiagnosa pasien dengan penyakit stroke, yakni :

  • Pemeriksaan Fisik : Dilakukan dengan bertanya mengenai riwayat kesehatan pasien dan gejala-gejala yang dialami oleh pasien. Dokter dapat memeriksa tekanan darah, mendengarkan arteri carotid di leher, dan memeriksa pembulouh darah di belakang mata untuk memeriksa indikasi pembekuan.
  • Tes Darah : dokter mungkin saja akan melakukan tes darah untuk mengetahui seberapa cepat pembekuan darah pasien, apa kandungan bahan kimia didalamnya dan seperti apakah atau apakh pasien memiliki infeksi?
    CT Scan Otak : CT Scan otak adalah satu-satunya cara untuk mendiagnosa stroke seseorang. Bisanya juga dilakukan serangkaian sinar X yang menunjukkan pendarahan, stroke, tumor, dan kondisi lainnya dalam otak.
  • MRI Scan : Gelombang radio dan magnet membuat gambar dari otak untuk mendeteksi jaringan otak yang rusak.
  • Carotid ultrasound : Carotid ultrasound digunakan untuk memeriksa aliran darah dari arteri karotis dan mendeteksi apakah muncul plak atau tidak.
  • Cerebral angiogram : pewarna disuntikkan ke pembuluh darah otak untuk membuat mereka terlihat di bawah sinar X, untuk mendapatkan tampilan rinci dari arteri otak dan leher.
  • Ekokardiogram : berguna untuk mengecek kesehatan hati dan memeriksa setiap sumber penggumpalan yang dapat menyebabkan alirand arah terganggu dan menyebabkan stroke.
Tips Cantik Lainnya

Masukkan komentarmu

Alamat email kamu nggak akan dipublikasikan.Wajib diisi

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

Post Navigation