Jodoh Adalah Cerminan Diri Kita

ctk89

Tahukah sista, bahwa sering mengeluhkan kekurangan pasangan, berarti mengeluhkan diri sista sendiri? Jodoh adalah cerminan diri kita. Ingatkah kata-kata Mario Teguh, seorang motivator terkenal yang mengungkapkan bahwa wanita yang baik untuk lalik-laki yang baik dan sebaliknya. Seorang konselor dan terapis EFT (emotional freedom technique) di biro psikologi Westaria, Anggia Chrisanti Wiranto, menyarankan agar kita tidak pernah mengeluhkan kekurangan pasangan kita. Sosoknya adalah yang terbaik yang bisa kita dapatkan. “Apa yang kita dapatkan, maka itu (hampir) sesuai dengan apa yang kita berikan atau miliki (kualitas individu). Karena bagaimana pun pasangan kita saat ini adalah seseorang yang telah melewati fase panjang dari berkenalan sampai jatuh cinta.

Contoh yang paling sederhana dapat digambarkan dari berbohong. Misalnya kita memiliki pasangan yang suka berbohong, jangan buru-buru marah dan menghujatnya. Bisa jadi kita juga adalah pembohong seperti pasangan kita. Walaupun berbohong tidak selalu berarti sempit. Bisa saja kita berbohong dengan mengatakan kata-kata manis (gombal) padahal kenyataannya tidak, atau hanya dengan tujuan menyenangkan orang lain.

Maka ketika kita sudah tidak nyaman dengan segala kekurangan yang ada dalam diri pasangan kita, hal yang perlu dilakukan adalah memahami konsep pasangan sebagai cerminan diri. Mulailah mengubah diri sendiri jangan terus berusaha mengubah pasangan kita. “Relationship atau hubungan laki-laki dan perempuan itu seperti cermin. Memantulkan bayangan yang sama dengan obyeknya. Maka, saat kita menjadi lebih baik, niscaya, pantulan bayangan pun akan menjadi baik. Dengan cara yang mungkin tidak kita sangka sebelumnya,” ujar Anggia.

Apapun yang terjadi pada pasangan kita, bisa jadi semua berawal dari diri kita sendiri. Pasangan kita awalnya mungkin sudah memiliki kualitas yang baik, hanya saja saat bersama kita kualitasnya menjadi buruk. Seperti bercermin pada kaca buram, sebaik apa pun obyeknya, sebersih apa pun dia, tapi karena ‘cermin’ yang dia pakai buram, maka dia akan terlihat buram. Bukan karena obyeknya yang buram, tapi karena cermin yang dia pakai.

Terlepas dari baik atau buruknya pasangan, kekurangan atau kelebihan pada pasangan kita, hal yang dapat membuat kita menjadi lebih baik adalah ‘kepantasan’. Tanpa perlu bertanya “Pantaskah dia bersama kita?” Tapi juga tanyakan, “Pantaskah saya bersama dia?”. Jika kita memperbaiki diri sendiri, niscaya pasangan akan berubah menjadi lebih baik.

Bagi sista yang telah memiliki pasangan, mari bersikap lebih baik pada pasangan agar pasangan kita pun menjadi lebih baik. Bagi sista yang belum memiliki pasangan, mari memeprbaiki diri agar nantinya memperoleh pasangan yang baik. Sekali lagi ingatlah bahwa wanita yang baik adalah untuk laki-laki yang baik dan sebaliknya.

Tips Cantik Lainnya

Masukkan komentarmu

Alamat email kamu nggak akan dipublikasikan.Wajib diisi

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Post Navigation