Kenali Gejala Radang Usus Buntu!

ctk111

Usus buntu
Usus buntu atau appendix merupakan bagian kecil sebesar jari kelingking di usus besar manusia. Apabila terjadi infeksi pada bagian tersebut, maka terjadilah appendicitis atau radang usus buntu. Apabila penyakit ini terjadi, umumnya penderita akan disarankan untuk menjalani operasi. Jika tidak, radang pada usus buntu tersebut dapat pecah dan membahayakan jiwa.

Penyebab radang usus buntu
Radang usus buntu umumnya disebabkan oleh infeksi bakteri, tapi faktor pencetusnya ada beberapa kemungkinan yang sampai sekarang belum dapat diketahui secara pasti. Di antaranya adalah penyumbatan pada lapisan saluran usus buntu oleh timbunan tinja yang keras, pembesaran jaringan limfoid, cacingan, parasit, benda asing dalam tubuh, dan kanker.

Penyebab sumbatan yang paling sering ditemukan adalah tinja dan pembesaran jaringan limfoid. Penyumbatan atau pembesaran inilah yang menjadi media yang bagus bagi bakteri untuk berkembang biak. Perlu diketahui bahwa dalam tinja manusia terdapat banyak bakteri Escherichia Coli, inilah yang sering kali mengakibatkan infeksi yang berakibat pada peradangan usus buntu.

Benda asing yang biasa masuk ke usus buntu dan menyumbatnya adalah biji cabai atau jambu klutuk yang seringkali tak tercerna dan menyelinap ke saluran usus buntu. Begitu pula dengan terjadinya pengerasan tinja atau sembelit (konstipasi) dalam waktu lama sangat mungkin ada bagiannya yang terselip masuk ke saluran usus buntu yang pada akhirnya menjadi media bakteri bersarang dan berkembang biak dan akhirnya terjadilah infeksi yang kemudian menimbulkan peradangan usus buntu. Seseorang yang mengalami cacingan, apabila cacing yang beternak didalam usus besar lalu teresat memasuki usus buntu maka dapat juga menimbulkan penyakit radang usus buntu.

Banyak penderita radang usus buntu yang baru menyadari penyakitnya saat sudah kronis. Hal itu disebabkan karena gejala usus buntu mirip dengan gejala maag. Akibatnya banyak orang yang menyepelekan atau menganggap ringan gejala-gejala tersebut dan akhirnya baru diketahui saat sudah parah. Yuk kita ketahui apa saja gejala radang usus buntu.

Nyeri perut
Awalnya, nyeri perut pada usus buntu berupa nyeri pada ulu hati yang sering disalah artikan sebagai sakit maag. Mengapa ini terjadi? Hal ini adalah karena sistem syaraf dari usus buntu adalah sama dengan bagian lambung sehingga seolah olah nyeri nya berasal dari lambung. Seiring dengan waktu, nyeri akan semakin hebat dan berpindah ke sisi kanan bawah perut sesuai dengan letak usus buntu itu sendiri.

Tanda pertama biasanya rasa tidak nyaman di dekat pusar yang kemudian pindah ke perut bagian bawah kanan. Pada beberapa orang termasuk anak dan wanita hamil mungkin rasa sakitnya di berbagai bagian perut. Serta rasa sakit akan memburuk jika memindahkan kaki, batuk, bersin atau tersentak saat berkendara. Ketika seseorang menekan bagian bawah perut dan merasa sakit saat melepaskan tekanan, sebaiknya tidak melakukannya lagi dan periksakan ke dokter karena kemungkinan terkait radang usus buntu. Terutama jika rasa sakit ini disertai dengan gejala lain.

Rasa nyeri cepat memburuk
Rasa sakit di bagian bawah perut yang dialami penderita radang usus buntu bisa sangat intens, bahkan pada kasus yang cukup parah bisa membangunkan orang yang sedang tidur. Setelah itu tingkat keparahan nyeri akan meningkat dengan cepat, beberapa orang bahkan hanya dalam waktu hitungan jam.

Demam
Demam muncul setelah timbulnya gejala nyeri perut dan menunjukkan bahwa infeksi sudah hebat. Selain itu juga akan disertai dengan demam, menggigil dan gemetar. Jika demam lebih dari 39 derajat celsius dan disertai nyeri perut parah yang bisa membuat orang tidak dapat berdiri, maka kemungkinan itu usus buntu.

Mual dan muntah
Mual dan muntah muncul karena terjadi gangguan pencernaan. Penderita akan memiliki nafsu makan rendah selama beberapa hari yang disertai mual dan muntah ringan. Jika membaik setelah 1-2 hari maka kemungkinan bukan usus buntu. Tapi jika memburuk dan disertai dengan demam serta nyeri perut sebelah kanan bawah maka segera hubungi dokter.

Sembelit atau diare
Kondisi ini juga terjadi setelah penderita mengalami sakit perut. Jika diare yang disertai dengan banyak lendir dan sakit perut kanan bawah, segera hubungi dokter.

Perut kembung dan gas
Jika perut sering merasa kembung dan penuh gas tapi mengalami kesulitan buang gas dan nyeri usus, maka kemungkinan terjadi peradangan pada usus.

Tips Cantik Lainnya

Masukkan komentarmu

Alamat email kamu nggak akan dipublikasikan.Wajib diisi

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

Post Navigation