Mengatasi Infeksi Jamur Pada Kulit

ctk52-mengatasi infeksi jamur kulit

Penyakit infeksi jamur di kulit mempunyai prevalensi tinggi di Indonesia, oleh karena negara kita beriklim tropis dan kelembabannya tinggi. Penyakit jamur sebenarnya bisa disembuhkan, hanya saja seringkali tidak diobati sampai tuntas dan salah memilih obat antijamur.

Jenis Infeksi Jamur Pada Kulit
Terdapat dua jenis infeksi jamur pada kulit yakni tinea (istilah awamnya kita sebut dengan kadas/kurap/kutu air) dan panu.

1. Tinea
Infeksi Tinea disebabkan oleh Trichophyton, Microsporum, dan Epidermophyton. Tinea dapat menyerang daerah kulit (kadas/kurap) kaki atau tangan (kutu air), kuku, anus, pantat, genital, rambut, dan kulit kepala.

Penularannya dapat secara langsung maupun tidak langsung. Penularan langsung yakni kontak langsung dengan kulit atau rambut yang mengandung jamur baik dari manusia, binatang, atau tanah. Sedangkan penularan tidak langsung dapat melalui tanaman, kayu yang dihinggapi jamur, pakaian, dan debu. Dapat juga ditularkan melalui kontaminasi dari pakaian, handuk atau sprei penderita.

2. Panu
Panu disebabkan oleh infeksi jamur Malassezia furfur. Infeksi terjadi jika jamur/hifa/spora melekat pada kulit. Penderita akan mengalami kelainan pada kulit di mana orang yang berkulit putih maka jamur akan tampak bercak-bercak coklat atau merah (hiperpigmentasi) sedangkan pada penderita berkulit sawo matang atau hitam maka jamur akan tampak bercak-bercak lebih muda (hipopigmentasi).

Penderita mengeluh merasa gatal jika berkeringat atau tanpa keluhan gatal sama sekali, tetapi penderita merasa malu karena adanya bercak-bercak pada kulit. Penyebaran jamur ini melalui kontak atau alat-alat pribadi yang terkontaminasi kulit penderita dan kurangnya kebersihan pribadi.

Pencegahan
1. Menjaga kebersihan diri
2. Biasakan untuk mandi sekurang-kurangnya sekali sehari. Cuci kaki dua kali sehari dan keringkan dengan cara menekan-nekan (jangan digosok) dengan handuk.
3. Keringkan kulit secara menyeluruh sesudah mandi.
4. Biasakan agar setiap orang menyimpan dan menggunakan handuknya sendiri agar tidak tercemar jamur atau kuman penyakit.
5. Cuci handuk dan pakaian yang terkontaminasi jamur dengan air panas untuk mencegah penyebaran infeksi.
6. Dapat digunakan antiperspirant untuk mengurangi keringat dan membuat kulit lebih kering sehingga tidak memudahkan pertumbuhan jamur.
7. Gunakan kaos kaki dan pakaian dalam dari bahan katun, gantilah secara rutin (sekurang-kurangnya sekali sehari).
8. Gunakan bedak antijamur pada sepatu atau kaos kaki.
9. Produk antijamur umumnya perlu diberikan hingga dua minggu sesudah kulit bebas infeksi agar jamur benar-benar hilang tanpa sisa.

Pengobatan
Pengobatan terhadap infeksi jamur dapat dilakukan dari luar maupun dalam. Pengobatan luar dapat berupa bedak, krim maupun salep anti jamur yang dapat dibeli bebas di apotek. Tapi, pastikan menggunakannya sesuai petunjuk yang tepat agar jamur benar-benar hilang dengan tuntas. Untuk pengobatan dari dalam (obat yang diminum), harus dengan resep dokter.

Dengan bahan alami, mengatasi infeksi jamur di kulit bisa dilakukan dengan mengiris miring/serong satu jari rimpang laos (Alpinia galanga) segar, lalu dioleskankan pada kulit yang terinfeksi jamur. Lakukan ini setiap hari setelah mandi sampai jamur benar-benar hilang.

Tips Cantik Lainnya

Ada 2 komentar untuk artikel “Mengatasi Infeksi Jamur Pada Kulit

  1. koko gober on August 23, 2013 at 12:52 pm said:

    minta info obat anti jamur nya donk.?

  2. Ambil biji laja scukupnya lalu tumbuk setelah lembut gosokan pada kulit yg brjamur insya Alloh 1hr udh sembuh dan kulit langsung kmbali normal

Masukkan komentarmu

Alamat email kamu nggak akan dipublikasikan.Wajib diisi

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

Post Navigation