Mengenal Emotional Eater dan Cara Mengatasinya

ctk127

Emotional eater
Ilmu kedokteran gizi mengenal istilah emotional eating, yakni perilaku makan berlebih yang tidak dipicu oleh rasa lapar tetapi oleh stres dan kegelisahan karena sedang banyak pikiran. Bahkan diperkirakan dari semua kasus makan berlebih, 75 persen dipicu oleh masalah emotional eating. Pelaku emotional eating ini disebut dengan emotional eater. Apakah sista pernah menjadi salah satu pelakunya?

Penyebab
Penyebab utama adalah adanya gangguan dalam emosi atau pikiran. Tapi ada beberapa faktor lain yang juga bisa mendorong seseorang menjadi emotional eater seperti:

1. Lingkungan sosial
Ketika melihat seseorang makan, tanpa sadar akan timbul keinginan dalam diri untuk ikut makan. Padahal saat itu belum ada ‘isyarat’ lapar dari tubuh. Bisa juga dipicu dengan yang namanya “lapar mata” dan bukan lapar perut. Artinya, ketika Anda melewati sebuah restoran atau toko roti maka pemandangan itu langsung menggugah selera makan, padahal sebenarnya tidak lapar.

2. Menunda waktu makan
Menunda waktu makan akan menyebabkan tubuh akan merasa sangat lapar. Makan pada saat sangat lapar mendorong seseorang mengonsumsi makanan lebih banyak dibandingkan biasanya.

3. Masalah kepribadian
Orang yang memiliki rasa percaya diri rendah cenderung melarikan diri pada makanan saat menghadapi masalah dengan seseorang.

Mengatasi emotional eating
1. Relaksasi
Saat stress, coba manjakan diri dengan melakukan hal-hal yang membuat rileks seperti mendengarkan musik, membaca, atau ngobrol dengan teman. Pergi ke spa atau sauna dengan aroma terapi juga merupakan pilihan yang asyik. Ini merupakan cara yang lebih menyenangkan dan tentunya lebih sehat daripada makan.

2. Jangan simpan makanan tak sehat
Hindari memiliki persediaan makanan tidak sehat di rumah. Jika mulai merasa lapar secara emosional, jangan langsung pergi belanja. Tunda belanja selama beberapa jam sehingga emosi tidak akan mempengaruhi keputusan saat berbelanja. Jika ingin ngemil, pilihlah yang rendah lemak dan rendah karbohidrat, seperti buah segar, sayuran, roti gandum, dan lain-lain.

3. Olahraga teratur dan istirahat cukup
Suasana hati akan lebih mudah dikelola dan tubuh dapat lebih efektif melawan stres jika kita berada dalam kondisi bugar dan cukup istirahat. Biasakan untuk olahraga 3-4 kali seminggu dan tidur minimal 7 jam per hari.

4. Kenali rasa lapar
Baru makan beberapa jam yang lalu perut dan sekarang perut terasa keroncongan? Hati-hati, mungkin tubuh sebenarnya tidak benar-benar lapar. Bisa jadi itu adalah reaksi akibat tubuh dehidrasi. Cobalah minum beberapa gelas air sebelum mulai makan lagi.

5. Makan makanan dengan gizi seimbang
Jika tidak mendapatkan cukup kalori untuk memenuhi kebutuhan energi, mungkin sista akan lebih cenderung melakukan emotional eating. Tingkatkan konsumsi oatmeal, roti gandum, sayuran dan buah-buahan, serta susu rendah lemak dan sumber protein lainnya. Ketika mengisi waktu snack (di sela-sela makan besar) dengan makanan tersebut, kita akan cenderung merasa kenyang lebih lama.

Tips Cantik Lainnya

Masukkan komentarmu

Alamat email kamu nggak akan dipublikasikan.Wajib diisi

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

Post Navigation