Mengendalikan Emosi Saat Marah #Day4

SaatEmosi

Komunikasi produktif adalah salah satu materi dari kelas Bunda Sayang, salah satu program perkuliahan dari Institut Ibu Profesional. Sepuluh hari berlatih dengan mengikuti tantangan. Disini ada yang menuliskan komprod gagal dan success story komprod. Yang akan di share oleh masing masing bunda di sebuah grup private. Kalau pas ada waktu saya senang membaca hasil observasi dan cerita di balik komunikasi produktif teman teman saya yang sama sama berjuang menolak gagal, melihat prosesnya yang membuat kita semakin semangat, “oh aku tak sendiri”.

Saya lebih sering memosting komunikasi yang saya anggap oh iya saya berhasil berlatih, meskipun sebenanrnya ada beberapa waktu komunikasi saya tak sesuai prosedur tatanan komunikasi baik. Saya juga mengalami saat komunikasi belum berhasil maksimal namun kadang saya evaluasi dengan meminta maaf pada anak dan berdamai pada diri sendiri, dan kadang saya juga menelan bulat-bulat emosi saya dengan diam. Fokus mengerjakan yang lain. Dan tidak saya posting (tentu saja) wkwkw.

Kali ini saya mencoba poin komunikasi produktif yaitu mengendalikan emosi (dan masih berlatih terus)….

Nah, suatu ketika saya mengajak dua anak saya menghadiri acara buka puasa bersama ibu-ibu, anak laki laki saya yang pertama (8y) sedang belajar berpuasa full, beberpa hari berpuasa hingga beduk magrib tiba, tapiiii yang kadang membuat tarik nafas, merapatkan gigi kuat kuat adalah, kalau siang menjelang sore kisar jam 2 jam 3 an mulai deh tingkat kreatifnya meningkat, dengan mencium aroma makanan, dengan mengetes kesabaran uminya, coba dikit ya mi… (saya diem aja).

Dan, pas acara bukber ini si Mas mulai mengulang tingkat kreatifnya. Mas ganggu adeknya dengan memindah mindahkan makanan yang sedang dinikmati adeknya, lalu ambil satu dan di dekatkan di hidung, saya berkomunikasi dengan tangan, menjauhkan makanan tersebut, saya melakukannya mungkin risih gitu ya, sebenanrnya dalam hati saya yakin si Mas ga bakal makan,  lalu menggerakkan minuman hingga tertumpah, saya sudah mengeluarkan suara memanggil namanya,

“Mas Sholeh, cah bagus, tolong ya sikapnya dijaga”, lalu anak saya bertanya,

“Udah buka belum mi, “ya belumlah nak”, kan matahari masih jam 5 (pengen banget saya rolling eyes hiihi, tapi tetep jaga iman :D)

Anak saya udah mulai ga betah duduk manis, saya tau dia mulai bosan, mulai panjat panjat, grasak grusuk, saya diam saja, skalian melatih anak mbarep di sebuah forum, tentu saja sambil istighfar banyak banyak, saya peluk pundaknya, berbisik, “nak, tolong ya.. bentar lagi buka, bismillah kuat”, saya tahan emosi biar ga mengeluarkan taring saya apalagi tanduk saya, kekekkek. Terkadang dalam kondisi begini mencoba menghitung kambing di langit saja tetep ga bisa efektif, wkwk.

Memang tidak terjadi apa apa, tak ada bentakan, tak ada pula pujian, mungkin disini saya sempat berempati karena saya tau ga enaknya ga ada aktivitas jadi itu sebabnya anak saya mulai grasak grusuk. Hanya saja saya merasa kurang maksimal memberi sesuatu gambaran kesepakatan dan memberikan alternative kegiatan saat sedang bersama orang lain atau orang dewasa, serta saat sedang mendengarkan sebuah forum pengajian atau forum ramai. Nah, setidaknya saya perlu berlatih dan memperkaya vocabulary. heheh

Sambil mengawasi tingkah anak anak dan memasang telinga mendengarkan forum, akhirnya beduk tiba, Alhamdulillah, terlewati sudah sesi pembukaan sebelum berbuka, saya menunggu anak mbarep sholat lalu kami pulang kerumah dengan tenang dan kenyang. 😀

Note: “Anger is a feeling that makes your mouth work faster than your mind”

#level1

#day4
#tantangan10hari
#komunikasiproduktif
#kuliahbunsayiip

 

 

 

Here is a collection of places you can buy bitcoin online right now.

Tips Cantik Lainnya

Masukkan komentarmu

Alamat email kamu nggak akan dipublikasikan.Wajib diisi

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

Post Navigation