Mengendalikan Hati Saat Jatuh Cinta

ctk117

“Cinta itu tidak buta, hanya saja melumpuhkan logika” (Mario Teguh)

Orang bilang jatuh cinta bisa membuat seseorang jadi gila. Seburuk-buruknya sesuatu akan tampak indah jika seseorang sedang jatuh cinta. Tapi seperti yang Pak Mario Teguh pernah bilang bahwa cinta itu tidak buta tapi memang melumpuhkan logika.

Lalu bagaimana jika kita ingin membina hubungan serius dengan seseorang? Apakah kita harus menghindari cinta agar bisa menggunakan logika dengan baik saat memilih pasangan? Tidak juga. Cinta adalah anugerah Tuhan bagi manusia agar saling mengasihi. Jadi cinta itu manusiawi kok, nggak perlu sampai mengabaikan anugerah Tuhan yang satu ini. Satu hal yang perlu kita lakukan adalah mengendalikan logika saat jatuh cinta agar. Simak tipsnya berikut ini.

Bergaul dengan orang-orang yang tepat
Di mana kita sering bergaul, umumnya di situlah kita akan jatuh cinta dengan seseorang. Jangan menyalahkan keadaan karena membuat sista jatuh cinta pada orang yang salah. Ubahlah tempat sista bergaul. Jika terbiasa bergaul dengan orang-orang baik, maka sista akan jatuh cinta pada salah satunya. Setelah itu, sista bisa dengan tenang mencintainya karena tanpa kelumpuhan logika pun dia tetaplah orang yang baik.

Bayangkan sifat-sifatnya ada pada orang lain
Coba deh sista ke tempat umum lalu pandangi seorang pria asing yang secara fisik bukan tipe favorit sista. Bayangkan pria tersebut memiliki sifat-sifat orang yang sista cintai sekarang. Lalu bertanyalah pada diri sendiri apakah sista bisa hidup dengan pria asing tersebut jika memiliki sifat-sifat kekasih sista sekarang? Jika jawabannya YA, maka kekasih sista adalah orang yang tepat untuk sista. Sebaliknya, jika jawabannya TIDAK maka pertimbangkan lagi untuk membina hubungan lanjut dengan kekasih sista. Bisa jadi saat ini sista hanya menyukai fisik kekaksih sista atau sista memang sedang mengalami lumpuh logika.

Ambil jeda dalam hubungan
Cara yang satu ini dapat dicoba jika sista benar-benar ragu akan kekasih sista. Cobalah untuk break sejenak setidak-tidaknya selama seminggu. Selama break, berhentilah untuk mengontaknya, melihat-lihat fotonya, membuka profil social media-nya, dan membaca-baca sms dainya. Jika setelah masa break sista masih tetap menyayanginya, maka yang sista rasakan bukan sekedar kelumpuhan logika tapi cinta yang sesungguhnya.

Renungkan
Ingat-ingatlah selama bersama sang kekasih apakah sista lebih sering bersedih daripada tersenyum? Lebih sering melakukan hal-hal negatif daripada positif? Jika YA, siap-siaplah meninggalkan kekasih sista. Kekaksih yang tepat bagi sista adalah seseorang yang selalu membuat sista tersenyum, optimis, ceria, dan melakukan hal-hal positif. Bukankah Tuhan menciptakan pasangan agar hati kita tentram? So, buat apa bersama seseorang yang membuat kita terus bersedih dan melakukan hal-hal buruk?

Dengarkan nasehat orang terdekat
Terutama nasehat orang tua yang paling harus didengar. Orang terdekat akan mengenal dengan baik siapa sista sehingga dapat memberikan saran apakah kekasih sista adalah orang yang tepat bagi sista. Mungkin sulit mendengarkan nasehat orang lain jika sedang mengalami kelumpuhan logika, tapi setidaknya jangan menolak nasehat mereka mentah-mentah. Dengarkan baik-baik, cerna, lalu renungkan. Selanjutnya biarkan kata hati sista sendiri yang akan menjawab.

Tips Cantik Lainnya

Masukkan komentarmu

Alamat email kamu nggak akan dipublikasikan.Wajib diisi

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

Post Navigation