Mengutarakan Harapan dan Rencana, Clear and Clarify #Day 5

averagepeople

Berendam dalam lautan mimpi eh harapan, bagi saya mudah saja. Berkhayal. Siapa yang juga suka? Cung, hehee. Berpikir berjam jam sambil membaca buku merupakan candu yang efektif untuk silence sejenak lalu bertindak.

Malam itu, entah pikiran apa yang merasuk di jiwa, selepas mengetik dikomputer dan rehat sejenak dari memandang komputer yang menjadi saksi recording proses harapan yang memberi citarasa planning to do list, -semacam aktivitas yang wajib kamu kerjakan di dunia ini-, lalu saya mulai mempersiapkan pembicaraan yang mengungkap pikiran pikiran nyeleneh hasil dari aktivitas berkhayal, oh tentu saja mempraktekkan pola diskusi komunikasi produktif, keep eye contact, clear and clarify. (Semoga suami saya tidak membaca tulisan ini) hehe.

Dalam hati saya mulai atur nafas, wajah tersenyum , dan mulai menyapanya, “Mas.. aku mau bicara sebentar? suaraku dibuat seolah olah lembut 😀 (pandang matanya, hatiku bersuara lantang) oke-

“Opo..” jawab suamiku santai.. -Aku ada proyek besar dan itu melibatkan dirimu, semacam kegilaan sesaat-, dengan mengatakan, “Akhir tahun aku berencana menghadiri seminar sekaligus  bagian proses sertifikasi di luar negeri, persisnya di negara X “ (kusebut salah satu negara eropa yang mau kutuju), serasa mimpi aku menyebutkannya.

“Bagiku ini penting mas, bisa jadi bawa anak2 sekalian belajar disana”, rayuku. (harapannya kalau bawa anak anak bisa di perbolehkan, selama ini begitu, bawa anak, seminar dan pelatihan silahkan dikunjungi) 😀

Suami saya sedikit bengong sambil memandang mata saya campuran kaget dan berpikir dengan menyipitkan matanya yang memang sudah sipit dan memiringkan lehernya sedikit, sembari mengukur tingkat kewarasan istrinya. Aku menghitung dalam hati, bertanya tanya gimana respon dan jawabannya, sungguh ajaib, suami menjawab, “Kui mahal, tiket berangkat aja sekian, belum pulangnya sekian, tambahan akomodasi disana”, aku kaget, “Waw ayah langsung cek tiketnya?? Memang suami tipe analytical, (padahal aku sedikit membayangkan, ledakan keterkejutan suami bak prajurit perang yang dilewati peluru) ternyata suami reaksinya tak disangka, bagiku respon seperti ini masih ada harapan di izinkan.

“Coba liat yah berapa?” aku lihat layar hp nya, aku juga sedikit menelan ludah, sempet berpikir, apa apan sih aku ni, mengajukan proposal kok ga pake mikir, impulsive. Proses izin suami ini ngalah ngalahin proses bikin paspor. Kadang menyusahkan, tapi mau tak mau agar menjadi istri yang berbudi luhur dan bertata krama, proses izin ini perlu dilewati hingga keringat terakhir. Setelah melihat list harga tiket di salah satu web travel paling hot seantero indonesia, aku lalu berpikir keras mengingat ingat angka di rekening “Ayah ikut yuk, sahutku”, mungkin.. kalau ayah ga mau tabungannya berkurang, aku pakai biaya tabunganku sendiri.. boleh ya? Bujukku mencoba meyakinkannya. Suami no debat cuma mendengar argument saya, why and why nya, keluarlah jurus diplomasi amatiran, dan narasi yang dibuat dramatis.

“Gimana yah, boleh kan?” desakku seraya memberikan pandangan paling melankolis. Suami masih manggut manggut, entah apa di benaknya, mungkin sembilan tahun menikah belum cukup mengerti jenis makhluk apa yang dinikahinya. “Kerjaan isih okeh, biaya tahun ini pengeluaran banyak, selesaikan dulu yang ini yang itu, branding a, branding b, buat produk a , buat produk b,” disebutkan satu satu kerjaanku yang masih menggunung, see? benar benar menyiutkan langkahku.

Sambil menghadap komputer lagi dan layar hp, suami menyadarkan aku yang pura pura tak mendengar, dan aku mencoba menuntaskan pembicaraan, “Suatu hari nanti ya yah, tolong diijinkan, cause we have big hope dan  juga memiliki banyak planning yang kita perlu buat petanya dari sekarang agar sampai ditujuan, pelan pelan kurasuki jiwa praktis dan efisien suamiku. Semoga suatu hari nanti mata hati suami terbuka, bahwa diluar sana hamparan bumi Alloh luar biasa memicu adrenalin.

#level1 #Day5
#tantangan10hari
#komunikasiproduktif
#kuliahbunsayiip

Tips Cantik Lainnya

Masukkan komentarmu

Alamat email kamu nggak akan dipublikasikan.Wajib diisi

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

Post Navigation