Penggunaan Pembersih Kewanitaan, Harum tapi Berbahaya?

pembersihkewanitaan

Vagina merupakan organ kewanitaan penting dan bagian tubuh wanita paling sensitif. Permasalahan organ intim ini biasanya muncul akibat salah perawatan atau kurang menjaga kebersihan miss V. Namun  dengan kemajuan teknologi dan produk perawatan yang makin berkualitas, masalah organ ini mulai bisa diatasi.

Secara alami, organ ini memiliki pelindung yang disebut Ph derajat keasaman. Pada umumnya, Ph derajat keasaman pada organ yang normal adalah 3,5 – 4,5 Ph. Ph ini bisa rusak dan menimbulkan berbagai keluhan bila cara merawatnya salah. Dengan terlalu seringnya dibersihkan dengan sabun atau ramuan rempah pewangi, justru bisa merusak Ph-nya.

Jadi Ladies, membersihkan vagina yang mempergunakan sabun pembersih kewanitaan, sebaiknya dilakukan sebulan sekali setelah menstruasi atau datang bulan, tak perlu rutin setiap hari. Sebab, menggunakan pembersih berbahan kimia bisa jadi malah menimbulkan efek buruk.

Banyak cara sehat yang bisa dilakukan untuk menjaga vagina agar tetap sehat, meliputi:

  1. Saat membersihkan miss V, bilaslah dari arah depan miss V ke belakang (anus), untuk menghindari terbawanya bakteri dari anus ke vagina. Air untuk membersihkan sebaiknya langsung dari keran. Air yang terkumpul di ember atau bak mandi bisa saja terkontaminasi air kencing orang lain, spora jamur, atau bakteri.
  2. Jika menggunakan tissu, juga harus hati-hati karena tidak semua tissu terjamin kualitasnya. Tissu yang terbuat dari serbuk kayu ada yang tercemar jamur kalau proses pembuatannya kurang baik.
  3. Jaga vagina agar tidak lembab setelah buang air kecil atau besar. Vagina dibilas sampai bersih, lalu dikeringkan sebelum memakai celana dalam. Bila lembab, kondisi tersebut sangat disukai jamur.
  4. Gunakan celana yang kering dan diganti minimal 2-3 kali sehari. Celana yang basah atau lembab akan memberi peluang jamur tumbuh.
  5. Gunakan celana dalam yang tidak terlalu ketat dan bahannya dapat menyerap keringat, seperti katun. Celana dari bahan satin, nilon dan bahan sintetik lain agar membuat suasana di sekitar organ panas dan lembab.
  6. Pakaian luar juga perlu diperhatikan. Celana jeans tidak dianjurkan karena pori-porinya sangat rapat. Namun, gunakan rok atau celana berbahan non-jeans agar sirkulasi udara di sekitar vagina lebih lancar.
  7. Ketika haid, sebisa mungkin mengganti pembalut dalam 4 jam sekali. Darah yang keluar bisa menjadi media tumbuhnya bakteri.
  8. Jika membersihkan vagina dengan cairan pembersih, pakai pembersih yang tidak mengganggu kestabilan pH di sekitar vagina. Salah satunya produk yang terbuat dari bahan dasar susu. Produk tersebut dapat menjaga keseimbangan pH, meningkatkan pertumbuhan flora normal dan menekan pertumbuhan bakteri tidak baik.
  9. Hindari pemakaian bedak pada organ kewanitaan dengan tujuan agar vagina harum dan kering. Bedak memiliki partikel-partikel halus yang mudah terselip di banyak tempat justru mengundang jamur dan bakteri bersarang di organ intimAnda.
  10. Gunakan pantyliner seperlunya saja, tak perlu setiap hari, dan jangan terlalu lama. Gantilah pantyliner sampai 3-4 jam.
  11. Jaga berat badan normal. Jangan sampai kegemukan karena dapat menyebabkan vagina tertutup lipatan lemak sehingga lembab. Jaga kesehatan tubuh dengan mengkonsumsi makanan yang bergizi seimbang.
  12. Bagi Anda yang sudah berumah tangga, saat sesudah berhubungan seks, bagian luar vagina harus selalu dibersihkan. Menjaga daerah kewanitaan seharusnya menjadi kesadaran dan perhatian bagi para istri, sebab juga berkaitan bagi suami Anda, bukan?
  13. Perawatan vagina tidak hanya bagian luar saja, pada bagian dalam yaitu seputar mulut rahim pun juga perlu dirawat. Perawatan mulut rahim ini diawali dengan pemeriksa pap smear. Perawatan ini dapat mendeteksi kanker leher rahim lebih dini. Patutnya Anda mengontrol atau check up daerah kewanitaan Anda secara berkala.
Tips Cantik Lainnya

Masukkan komentarmu

Alamat email kamu nggak akan dipublikasikan.Wajib diisi

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

Post Navigation