Tahap-Tahap Dalam Pernikahan

Apa-tujuan-pernikahan

Menikah adalah salah satu momen yang membahagiakan dalam kehidupan kita. Penyatuan dua orang ke dalam suatu ikatan suci seyogyanya memang dilandasi rasa cinta, komitmen serta tanggung jawab karena pernikahan impian setiap orang adalah pernikahan yang bahagia sepanjang masa.

Hanya saja, pada perjalanan waktu, pernikahan tidaklah selalu membahagiakan. Adakalanya cobaan, ujian dan pertengkaran-pertengkaran kecil datang silih berganti. Proses adaptasi antara dua orang tersebut memang tidak berlangsung dalam waktu singkat, namun sepanjang masa usia pernikahan mereka.

Berikut ini tahapan yang biasanya terjadi dalam pernikahan menurut Dawn J. Lipthrott, LCSW, seorang psikoterapis :
1. Tahap romantic love
Ini adalah tahap bulan madu di awal pernikahan dimana anda dan pasangan selalu melakukan kegiatan bersama-sama dengan penuh cinta. Anda merasa begitu bahagia dan merasa pasangan anda adalah orang yang sempurna dan tepat untuk anda.

2. Tahap distress
Pada tahapan ini pasangan mulai saling menyalahkan, mulai merasa kecewa dan marah, berusaha menang dari pasangannya. Dengan kata lain, suami istri mulai “egois” untuk menjadi diri mereka yang asli. Ingin selalu dimengerti, tidak mau mengalah, dan mulai protes dengan kelemahan atau kekurangan pasangan. Ini adalah tahapan yang kritis karena pasangan banyak yang memilih berpisah pada tahapan ini jika tidak dapat mempertahankan hubungan. Apalagi jika mereka tidak berusaha untuk memperbaiki komunikasi dab cara beradaptasi, maka mereka bisa mengalihkan puncak rasa stres tersebut dengan menjalin hubungan dengan orang lain, bekerja lebih keras atau hal lain yang sesuai dengan minat.

3. Tahap Knowledge dan awareness
Tahap ini adalah tahap dimana suami istri mulai memahami diri dan posisi pasangannya. Mereka mulai mencari-cari informasi tentang bagaimana pernikahan yang ideal dan mulai sering meminta nasehat kepada pasangan lain yang lebih tua tentang keharmonisan pasangan.

4. Tahap Transformasi
Pada tahap ini suami istri lebih mengalah dan mencoba melakukan perilaku yang berkenan bagi pasangannya. Suami istri akan lebih saling menghargai, empati, dan ketulusan untuk mengembangkan pernikahan yang tentram dan harmonis.

5. Tahap real love
Pada tahap ini suami istri akan saling memberikan perhatian satu sama lain sehingga kehidupan pernikahan dipenuhi dengan keintiman, kemesraan, kebahagiaan dan kebersamaan dengan pasangan. Pada tahap ini suami istri biasanya semakin yakin akan kesejatian cinta mereka karena telah berhasil melalui banyak ujian yang dapat menguatkan cinta mereka. Fase real love adalah fase paling ideal namun merupakan fase yang harus diperjuangkan dengan kuat. Jika tidak diperjuangkan, maka bisa jadi kehidupan pernikahan hanya sampai pada tahap distress.

Dawn juga menasehatkan untuk tidak menghancurkan hubungan pernikahan hanya karena merasa sulit memahami pasangan, yang diperlukan hanyalah kesabaran yang lebih untuk menghadapi itu semua agar pernikahan mencapai tahapan yang membahagiakan.

Tips Cantik Lainnya

Masukkan komentarmu

Alamat email kamu nggak akan dipublikasikan.Wajib diisi

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

Post Navigation