Tipe-Tipe Keluarga Yang Berkaitan Dengan Karakter Kekerasan Pada Anak : Keluarga Ubur-Ubur

Tipe keluarga ubur-ubur adalah tipe yang berkebalikan dari keluarga tembok bata. Keluarga tipe ubur-ubur adalah keluarga dengan prinsip dan peraturan yang tidak kokoh dan tidak konsisten sehingga anak seringkali mengalami kebingungan dengan nilai-nilai yang ingin diajarkan oleh orangtua.

Yuk cek ulasan berikut ini, jangan-jangan keluarga kita berada dalam tipe keluarga ubur-ubur. Berikut ini 5 karakteristik keluarga ubur-ubur menurut Barbara Coloroso:

1. Hukuman dan imbalan bersifat sembarang dan tidak konsisten
Di suatu waktu, anak bisa dihukum karena memukul saudaranya, tetapi di lain waktu perilaku tersebut diabaikan begitu saja dan di waktu yang lain anak diberi imbalan ketika tidak mengganggu saudaranya sepanjang hari. Kondisi tersebut membuat anak yang dipukul merasa tidak dilindungi dan menyakini bahwa dia tidak bisa mengharapkan perlindungan di rumah. Sementara anak yang memukul justru belajar bahwa tidak selalu ada konsekuensi yang diterimanya ketika ia melakukan hal yang salah sehingga bisa jadi dia akan mengulanginya di kemudian hari

2. Kesempatan kedua kadang diberikan, kadang tidak
Jika anak melakukan kesalahan, kadang ia diminta untuk ikut bertanggung jawab, tetapi kadang-kadang juga dibiarkan saja. Ketidakkonsistenan tersebut membuat anak belajar lebih lambat dalam soal tanggung jawab.

3. Ancaman dan penyuapan adalah hal biasa
Anak belajar menyuap, memanfaatkan orang lain untuk memenuhi kebutuhannya serta melakukan berbagai cara agar tidak ketahuan saat melakukan hal yang buruk. Anak belajar memanipulasi banyak hal dari orangtua. Kemampuan untuk memenuhi kebutuhannya sendiri secara sehat dan memperkuat hubungan persahabatan merupakan dua tameng untuk menangkal kekerasan

4. Perilaku orangtua dan anak-anak dikendalikan oleh emosi
Anggota keluarga bertindak tanpa memikirkan konsekuensi yang akan timbul dan emosi memegang kendali. Yang paling berbahaya adalah ketika kemarahan menjadi emosi yang paling umum dan paling sering dilakukan sehingga anak selalu mencari dalih untuk membenarkan tindakannya ketika menyakiti orang lain. Orangtua seringkali mengekspresikan perasaanya sendiri dan bereaksi terhadap perasaan-perasaan anak secara ekstrem. Berawal dari hal tersebut, anak tidak belajar cara menngidentifikasi dan mengekspresikan masalah secara bertanggung jawab.

5. Cinta itu bersyarat
Anak-anak harus menyenangkan orang tua mereka dan menyenangkan orang tua merupakan suatu kewajiban yang harus anak lakukan untuk mendapatkan kasih sayang atau persetujuan orang tua. Anak harus memperjuangkan keberhargaan mereka dan ketika mereka merasa tidak berharga, maka kemungkinan besar mereka akan melihat bahwa orang lain juga tidak berharga sehingga tidak ragu untuk menyakiti orang lain tanpa alasan. Anak-anak dengan karakter seperti itu, akan melakukan apa pun yang diminta oleh teman sebaya yang dominan demi mendapatkan pengakuan dalam pertemanan mereka.

Keluarga tipe ubur-ubur mampu menciptakan anak dengan karakter kekerasan karena tidak adanya halangan pada perilaku agresif mereka di dalam keluarga sehingga anak dapat meneror saudara kandung atau malah orangtuanya juga.

Tips Cantik Lainnya

Masukkan komentarmu

Alamat email kamu nggak akan dipublikasikan.Wajib diisi

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

Post Navigation