Cara Mengatasi Anak Agar Mau Mandi

P_20170602_090827[1]

Turn Bath Time into Learning Time, job saya sehari hari 😀

Anak saya Bhre (2,9) sedang dalam periode, “Ohhh, I don’t want to take a bath”, saat saat mandi adalah masa pembujukan, bisa berjam jam pembukaan sebelum acara inti, MANDI, hehe.  Usia 2 tahun keatas mungkin sedang experiment bagaimana rasanya mandi atau tidak mandi, bisa jadi juga karena anak saya tidak suka air mengenai matanya, karena kalau pas bagian meraup wajah, dia lebih memilih raup sendiri, (ada apa dengan tangan saya? Kasarkah? :D) pernah juga dia saya diamkan sampai keinginan mandi dari dirinya sendiri tanpa harus disuruh suruh. Pada akhirnya dia meminta mandi tapi matahari sudah merangkak naik, dan akan mengacau jadwal dia dan saya tentu saja ketika mandi dibutuhkan pagi. Saya lebih lega dan nyaman ketika saya dan anak yang terkecil sudah mandi, dan kami siap menghadapi pagi dengan segar. Nah, bath time bisa jadi dipikiran anak saya  selama tidak kotor mandi sekali cukup, heheh, seperti emaknya kalau lagi moment idealis, save water-save life, 😀

Beberapa kali saya membuat trik khusus untuk anak saya agar mau mandi, namun lebih sering langsung mengajaknya mandi, namun setelah menulis catatan kecil ini saya jadi banyak menemukan solusi untuk menjadikan arena mandi bukan arena pertarungan namun “laboratorium” pembelajaran, learning time.

Dan saya teringat mainan turunan abangnya yang masih saya simpan meski sudah beberapa hilang, mainan ini berbentuk huruf dan angka yang terbuat dari gabus, nah salah satu mainan ini bisa dijadikan sebuah alasan, mengapa kita perlu mandi, karena saat mandi ada sesuatu yang bermanfaat buat dia, tak sekedar menjadi wangi dan enak di cium umminya. Oh ya, sebelum mandi saya berstrategi dan tidak ingin mendengar penolakan, halah 😀 saya belajar memikirkan cara komunikasi saya dan kalimat yang akan muncul sehingga pesan tersampaikan dengan baik. Dimulailah drama take a bath, hohoho,

“Nak sholeh, mainan temple temple huruf yuk di kamar mandi?”

“Ayok, tapi ga mandi ya mi… bujuknya…

“Oh, coba tempel aja dulu yuk, nih ummi punya mainan, see? Caranya tempel pakai air ntr hurufnya nempel di dinding, sambil mendemonstrasikan cara penggunaan.

Lalu, Bhre tampak menikmati mainan tersebut dengan wajah penuh semangat, seakan mengatakan pada saya, “Aku sedang mencoba ummi, dengan semangat belajar semampunya, ummi sabar aja” dan tanpa sadar bajunya sudah saya lepas dan bersiap pakpung. Saya sebutin satu-satu nama huruf dan angka nya, dia pun semangat menirukan dan menempel, saya selipkan perkataan lucu2, sambil bergurau dan bercanda. Acara mandi sebenanrnya bagi saya menyenangkan, bagi saya loh pas lagi rajin, karena kalau memandang eye to eye serasa ada aliran rasa membuncah di dada, semacam semangat , semacam kerinduan yang akan terlewat oleh waktu, mendidikku untuk sabar, sabar, dan selalu kreatif, akan selalu ada merindukan moment mandi bersama anak anak, dan akan selalu ada pelukan hangat sebelum air membasuh tubuhnya, seakan menikmati ukuran tubuhnya yang entah disuatu hari kapan sudah lebih tinggi dariku, yaa, kalau umminya sabar  acara mandi di lewati dengan bahagia tanpa tangisan dan jeritan.

“Orangtua ada untuk mendidik anak tapi mereka juga harus menerima apa yang ingin diajarkan anaknya pada mereka, dan ada banyak sekali hal yang dapat diajarkan oleh anak” –Arnold Bennet-

 

#level1

#day3
#tantangan10hari
#komunikasiproduktif
#kuliahbunsayiip

Tips Cantik Lainnya

Masukkan komentarmu

Alamat email kamu nggak akan dipublikasikan.Wajib diisi

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

Post Navigation