Bahaya Terlalu Sering Bercermin

Bahaya Terlalu Sering Bercermin

Sebagian besar wanita memang sering mencemaskan penampilan dan selalu ingin terlihat sempurna, sehingga wajar apabila dalam kehidupan sehari-hari seorang wanita suka memeriksa penampilannya sendiri di depan cermin. Jika kebiasaan bercermin dilakukan dengan sewajarnya dan seperlunya saja, maka hal itu tidak akan menjadi masalah. Namun jika kebiasaan tersebut dilakukan dengan berlebihan, berpotensi dapat membawa dampak negatif bagi kesehatan jiwa.

Dilansir dari Dailymail, seorang psikolog bernama Andrew Hill dari Leeds University School of Medicine mengemukakan bahwa terlalu lama bercermin bukanlah hal yang baik dan dapat menimbulkan stress dan rasa cemas. Hal ini dikarenakan ketika seseorang yang sehat terlalu lama bercermin, dia akan mulai fokus pada ketidaksempurnaan.

Pada kondisi tertentu, kebiasaan ini bahkan dapat berdampak pada munculnya gangguan kejiwaan kronis yang disebut dengan Body Dysmorphic Disorder (BDD). Gangguan kejiwaan ini ditandai dengan ketidakpuasan yang ekstrim terhadap penampilan. Penderitanya terus menerus merasa cemas akan kekurangan fisiknya. Kekurangan ini sebenarnya mungkin saja merupakan hal yang sangat sederhana, bahkan mungkin hanya imajinasi saja atau “Ugly Imagination” penderitanya saja.

Bagi orang yang normal, kekurangan tersebut dianggap biasa saja dan tidak ada yang perlu dicemaskan, sehingga mereka dapat kembali melakukan aktifitas sehari-hari seperti biasa. Namun berbeda halnya dengan penderita BDD, mereka akan selalu merasa tertekan bahkan akan  berdiri berjam-jam di depan cermin untuk memeriksa kekurangan fisiknya. Mereka akan berusaha menutupi kekurangan tersebut dengan memakai riasan wajah sebanyak-banyaknya. Setelah melakukan itupun mereka justru akan merasa semakin cemas, bukannya membaik.

Kekurangan fisik yang dirasakan oleh penderita BDD dapat membuat mereka malu untuk tampil di depan umum, bertemu orang lain, maupun dilihat orang lain. Penderita yang sudah sangat kronis biasanya lebih memilih untuk mengurung diri dan beresiko tinggi membunuh diri.

Oleh karena adanya resiko seperti itulah, sangat dianjurkan kepada siapapun untuk menghindari kebiasaan bercermin terlalu lama. Normalnya, waktu yang dihabiskan untuk bercermin rata-rata hanya sekitar 20 menit setiap harinya bagi wanita. Bercermin hingga berjam-jam sangat berpotensi dapat meruntuhkan rasa kepercayaan diri, karena biasanya orang akan mulai menyoroti setiap kekurangan yang dimiliki. Inilah indikasi awal munculnya BDD.

Sebuah langkah inspiratif dilakukan oleh Kjerstin Gruys, seorang mahasiswi bidang Sosiologi Universitas California (UCLA). Kjerstin memulai proyek “bebas cermin” pada tahun 2010. Hal ini dilatarbelakangi oleh masalah yang dialaminya saat remaja. Pada waktu itu dia sempat mengalami anoreksia dan kerap kali mencemaskan penampilan sehingga kesehatannya pun terganggu. Oleh karenanya Kjerstin berusaha menumbuhkan kepercayaan dirinya dengan proyek “bebas cermin” tersebut. Awalnya dia mengalami kesulitan saat harus hidup tanpa bercermin, seperti misalnya kesusahan saat memakai make up, namun lama kelamaan dia menjadi terbiasa. Proyek ini membawa efek positif dalam kehidupan Kjerstin. Berkat proyek tersebut, Kjerstin mulai merasa lebih fokus dalam hidup dan kepercayaan dirinya pun meningkat. Dia tidak lagi melulu mencemaskan penampilan fisik dan mulai bersyukur akan keadaannya sendiri.

Nah, jadi khususnya bagi para wanita yang suka berlama-lama di depan cermin, mulai sekarang sebaiknya hilangkanlah kebiasaan tersebut. Tidak harus dengan cara ekstrim seperti yang dilakukan Kjerstin, cukup dengan mengurasi durasi bercermin setiap hari dan lakukanlah seperlunya saja. Memang tidak ada yang salah dengan menikmati refleksi sendiri pada cermin. Namun ingatlah bahwa masih ada banyak hal lain yang lebih penting daripada sekedar penampilan. Saat bercermin pun, jangan hanya fokus pada kekurangan yang ada di dalam diri. Percayalah bahwa tidak ada sesuatu yang sempurna. 🙂

2 Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *