Cara Mengatasi Bulimia Alias Gangguan Makan

ctk83

Bulimia = Anoreksia?
Bulimia dan anoreksia sama-sama merupakan gangguan makan. Anoreksia adalah penyakit di mana seseorang kehilangan nafsu makan atau sulit menelan makanan. Sedangkan bulimia justru cenderung memiliki nafsu makan yang besar yang tidak tertahankan (secara berlebihan dan terus menerus), tapi setelah itu penderita dengan sengaja memuntahkan kembali makanan yang telah ditelannya. Caranya adalah dengan menggunakan obat-obatan seperti emetik atau bahkan secara manual yakni merangsang pangkal tenggorokan dengan jari agar bisa muntah.

Penyebab bulimia
Ada dua hal yang memicu terjadinya bulimia yakni fisik dan psikologis. Secara fisik, tubuh merasa tidak mampu lagi untuk menampung makanan dalam jumlah tertentu. Hal ini bisa dikarenakan faktor genetik ataupun trauma. Sedangkan faktor psikologis yang menyebabkan bulimia adalah karena terlalu memikirkan soal berat badan secara berlebihan. Secara tidak sadar mereka kehilangan kendali atas nafsu makannya dan merasa bersalah berlebihan atau takut atas apa yang mereka makan.

Akibat bulimia
Akibat paling ringan dari bulimia adalah mulut kering, luka dinding mulut dan lidah, serta pembengkakan kelenjar ludah. Hal ini disebabkan karena seringnya mulut terpapar asam lambung. Jika hal ini terjadi berkepanjangan, dapat berpotensi menyebabkan kanker tenggorokan atau mulut. Selain itu, pemuntahan yang dipaksakan akan menekan otot-otot wajah dan mata, sehingga dapat berujung pada pecahnya pembuluh darah.

Efek jangka panjang dari bulimia adalah kekurangan nutrisi. Makanan yang terus menerus dimuntahkan tidak akan sempat dicerna atau bahkan diserap oleh tubuh kita. Memang hal ini dapat membuat si penderita kurus sesuai keinginannya, tapi kurus yang dialami penderita bulimia bukanlah kurus yang sehat. Kulit akan tampak kusam, loyo, dan keriput. Nggak jadi cantik kan?

Penanganan bulimia
Bulimia dapat ditangani menggunakan terapi psikologi, dengan obat, atau kombinasi keduanya. Terapi psikologi dilakukan dengan memberikan pemahaman psikologis kepada penderita bulimia mengenai kebiasaan tidak sehatnya. Sedangkan terapi dengan obat, dilakukan dengan pemberian obat antidepressan (obat pengurang depresi).

Penggunaan antidepressan ini biasanya diberikan bersamaan dengan terapi psikologis agar lebih optimal. Penggunaan obat ini dilaporkan dapat mengurangi depresi, cemas, obsesi, dan perilaku impulsif seperti banyak makan kemudian memuntahkannya, serta memperbaiki kebiasaan makan. Obat-obat yang biasa digunakan adalah fluoxetine, sertraline, dan topiramate. Ketiga obat tersebut tidak menyebabkan kecanduan dan efek samping yang ditimbulkan tidak sebanding dengan efek gangguan makan dari bulimia. Efek samping yang mungkin timbul antara lain adalah muntah, sakit kepala, letih dan insomnia. Efek samping tersebut biasanya hilang dalam satu atau dua minggu tapi bisa juga lebih. Namun, obat-obat tersebut tentu harus digunakan atas saran dokter.

Mungkin terlihat sulit mengobati bulimia. Anggapan bahwa cantik itu kurus yang telah mengakar di masyarakat membuat kondisi bulimia semakin parah. Jadi, berikanlah penanganan dan dukungan kepada penderita bulimia agar mereka cepat sembuh. Satu pesan untuk sista: keep positive thinking! agar terhindar dari bulimia.

Tips Cantik Lainnya

Masukkan komentarmu

Alamat email kamu nggak akan dipublikasikan.Wajib diisi

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

Post Navigation