Cara Menumbuhkan Kepekaan Anak

Cara Menumbuhkan Kepekaan Anak

Seorang anak berusia enam tahun melihat seorang kawannya menyendiri di sebuah pesta ulang tahun. Anak itu kemudian mendekatinya dan membawakan sepiring kue ulang tahun seraya berpikir bahwa potongan kue ulangtahun yang ia bawa bisa menghibur kawannya yang sedang menyendiri dan tampak bersedih. Sementara itu, anak-anak yang lain tampak asyik bermain sendiri tanpa memperdulikan anak yang sedang menyendiri tersebut.

Anak yang membawakan potongan kue ulang tahun untuk kawannya yang sedang menyendiri merupakan contoh dari anak yang memiliki kepekaan terhadap keadaan sekitar. Kepekaan timbul ketika anak mampu menafsirkan dengan tepat gejala emosi orang lain dari apa yang bisa dilihatnya. Kemampuan untuk peka terhadap orang lain akan membuat anak mampu bereaksi terhadap kebutuhan orang lain. Sayangnya, tidak semua anak dikaruniai sifat peka terhadap orang lain dan memilih berkutat dengan dunianya sendiri tanpa peduli dengan kebutuhan orang lain.

Padahal kepekaan anak masih bisa dilatih dan ditumbuhkan lho. MIchael Borba, seorang doktor bidang psikologi pendidikan dan konseling, mengemukakan beberapa cara yang dapat dilakukan untuk menumbuhkan kepekaan dalam diri anak :

Memuji perbuatan baik dan peka yang telah dilakukan anak
Tunjukkan bahwa anda senang terhadap perbuatan baik dan peka yang dilakukan oleh anak. Memberikan dorongan berupa pujian ketika perilaku baik itu muncul adalah cara yang mudah dan efektif untuk meningkatkan perilaku baik tersebut.

Tunjukkan efek sikap peka
Beritahukan kepada anak bahwa perbuatan peka sekecil apapun bisa berpengaruh besar bagi orang lain agar anak mengerti efek dari perbuatn peka yang telah dilakukannya. Misalnya beritahukan bahwa wajah temannya terlihat berseri-seri dan senang ketika anak meminjamkan mainannya kepada temannya tersebut

Tunjukkan tanda-tanda nonverbal dari orang lain
Kepekaan anak untuk melihat perasaan orang lain dapat diasah dengan menunjukkan ekspresi nonverbal dari berbagai kondisi emosi orang lain. Misalnya menunjukkan kepada anak tentang temannya yang tampak mondar-mandir gelisah di sekitar rumah dan meminta anak untuk menanyakan apakah temannya tersebut membutuhkan bantuan.

Menanyakan pertanyaan, bagaimana perasaan orang itu?
Dalam berbagai situasi, sering-seringlah menanyakan kepada anak tentang perasaan orang lain yang sedang dilihatnya. Misalnya, “bagaimana perasaan anak yang sedang mengamen di lampu merah itu?” Pertanyaan tersebut dapat memacu anak untuk belajar membayangkan bagaimana perasaan orang lain dan memupuk kepekaan

Rumus Perasaan + Kebutuhan
Sering-seringlah mengajukan kepada anak pertanyaan yang dapat memancing anak untuk memahami perasaan orang dan kebutuhan orang lain, serta apa yang kira-kira bisa dilakukan anak untuk membantu orang lain tersebut. Hal tersebut dapat meningkatkan kesadaran anak terhadap perasaan dan kebutuhan orang lain.

Mengungkapkan perasaan anda dan menjelaskan sebab terjadinya perasaan tersebut
Orangtua selalu menjadi model pembelajaran bagi anak. Mengungkapkan bagaimana perasaan anda serta menjelaskan kenapa anda merasa demikian, dapat membuat anak lebih peka terhadap perasaan orang lain. Misalnya, “Hari ini Ibu senang sekali karena bunga yang Ibu tanam sudah mulai berbunga”, atau “Ayah kesal sekali karena ada orang yang menabrak mobil lalu kabur begitu saja tanpa mau bertanggungjawab”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *