Efek Samping Maniak Online Situs Jejaring Sosial

Zaman sekarang siapa yang tidak tahu facebook? twitter? Apalagi para kawula muda, tentu sangat addicted terhadap jejaring sosial yang satu ini. Bahkan bukan hanya kalangan muda-mudi, ternyata kalangan dewasa pun sudah ketagihan terhadap jejaring sosial. Tiap hari selalu online, bahkan tak bisa lama-lama memantau aktivitas yang terjadi di dunia jejaring sosial tersebut. Terutama menjadi stalker para idola masing-masing.

Nah apakah anda termasuk salah satu maniak online situs jejaring sosial?

Ketahuilah efek samping dari maniak online situs jejaring sosial, berikut ini:

1. Kecanduan.

Coba sadari, seberapa sering anda online facebook atau twitter? Berapa kali dalam sehari anda online? Bisa jadi anda termasuk pengguna situs jejaring sosial tidak bisa lama-lama untuk tidak mengecek notification anda, ataupun tidak tergoda untuk memberi komen pada status dan kicauan teman/idola anda di jejaring sosial. Dan hal itu terjadi tiap hari. Saat bangun tidur, mau tidur, mau makan, selesai makan, saat santai, anda selalu menyempatkan online untuk mengecek apa yang terjadi di media social tersebut. Nah itu tandanya anda sudah kecanduan.

2. KEPO.

Sadarkah juga bahwa anda yang sudah kecanduan atau ketagihan online situs jejaring sosial membuat anda menjadi KEPO (Knowing Every Particular Object). Sebab jejaring sosial merupakan sosial media yang rentan expose go public. Sehingga dengan mudahnya kita bisa tahu aktivitas dari seseorang. Terlebih lagi kita bisa menjadi seorang stalker yang selalu mengintai dan menelusuri seseorang yang kita sukai.

3.  Mengurangi waktu produktif.

Saking asyiknya bergelut di dunia maya melalui situs jejaring sosial bisa membuat seseorang betah berjam-jam di depan komputer atau berlama-lama mantengin layar gadget. Akibatnya, waktu yang bisa digunakan untuk kegiatan lain yang lebih produktif menjadi berkurang atau bahkan tidak jadi melakukan apapun sebab keasyikan berkelana di social media tersebut. Bak orang autis, memiliki dunia sendiri….

4. Pamer.

Nyadar tidak ya bahwa orang yang rajin online di jejaring sosial itu seperti pamer, misalnya habis beli ini, habis beli itu, habis begini, habis begitu, habis ketemu ini, habis ketemu itu. Ada perasaan ingin dipuji atau dianggap hebat oleh orang lain. Terlebih lagi mungkin meng-update status tertentu agar banyak mendapat jempol atau meng-tweet tertentu untuk mendapatkan retweet dari follower.

5. Tak konsisten di dunia nyata dan dunia maya.

Yang dimaksudkan di sini adalah perbedaan antara di dunia nyata dan di dunia maya. Jadi misalnya Si A di dunia maya tampak sebagai motivator, padahal sebenarnya dia sendiri juga perlu dihibur dan dirudung galau. Bahasa kerennya adalah ‘pencitraan’ diri.

6. Membuat kecewa dan sakit hati tiba-tiba.

Bagaimana tidak kecewa dan sakit tiba-tiba, misalnya saja dari jejaring sosial kita tahu bahwa mantan kekasih sudah bahagia dengan pasangan baru, padahal diri sendiri belum move on 100%, bukankah itu seperti disambar petir? 🙂 Pepatah bijak mengatakan bahwa ada kalanya kita tak perlu tahu akan sesuatu daripada mengetahui segalanya tentang hal yang justru membuat kita jatuh(sakit hati).

7. Mengurangi interaksi sosial.

Pernah tidak sedang asyik dengan gadget anda atau komputer anda, tiba-tiba anda senyum-senyum sendiri? padahal di dekat anda ada orang-orang bersama anda. Jadi bisa dibilang addicted online situs jejaring sosial dapat mengurangi interaksi sosial.

8. Merenggangkan sebuah hubungan.

Kata orang situs jejaring sosial itu ‘mendekatkan yang jauh dan menjauhkan yang dekat’.Misalnya, ada orang yang d dunia nyata pendiam tetapi di dunia maya ia bisa mencurahkan seluruh perasaannya termasuk ketidaksukaannya terhadap sesuatu atau seseorang di dunia nyata. Marah lah orang yang dimaksudnya ketika membaca lantaran merasa tak ada apa-apa. Bertengkar lah keduanya.

9. Tak memperhatikan lingkungan sekitar.

Addicted online bisa membuat kita tak memperhatikan lingkungan sekitar. Ada kalanya ini bisa berbahaya. Jika kita dimanapun dan kapanpun suka online, hati-hati mungkin kelengahan anda dimanfaatkan oleh orang-orang tak bertanggung jawab (pelaku kejahatan). Misalnya saja, anda sedang asyik online di bus, ternyata ada orang yang jahat mencuri dompet anda.

Ok, Ladies, hayo hati-hati… Hobi online ada efek sampingnya lhooo!

1 thought on “Efek Samping Maniak Online Situs Jejaring Sosial”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *