Hal-Hal Yang Dapat Memicu Keretakan Rumah Tangga

mengatasi rumah tangga yang retak

Pernikahan yang bahagia adalah pernikahan impian bagia setiap orang. Setiap orang tentu ingin hidup berbahagia bersama dengan orang yang dicintainya sepanjang masa. Hanya saja, pada perjalanan waktu, tidak semua pernikahan berjalan tanpa guncangan. Adakalanya ujian dalam pernikahan tersebut hadir dan membuat pertengkaran antara pasangan suami istri.

Berikut ini beberapa hal yang dapat memicu keretakan dalam rumah tangga:

1. Terlalu sering mengomel
Seringkali istri mengomel terhadap suami, bahkan hanya karena suami melakukan kesalahan-kesalahan kecil. Maksud si istri tentu ingin menunjukkan kepedulian terhadap hal-hal yang tampak salah dilakukan oleh suami, namun seringkali pula suami justru merasa kesal karena omelan istri. Jika hal tersebut dibiarkan tanpa ada komunikasi yang jelas, maka pertengkaran pun dapat terjadi. Anda merasa tidak didengarkan dan suami merasa tidak dihargai.

Sebisa mungkin doronglah suami untuk menjadi lebih baik lagi dengan bahasa yang halus dan perhatian yang lebih. Marahlah di saat yang tepat dan jangan sampai suami istri sama-sama berada dalam kondisi marah di satu waktu tanpa ada yang mau mengalah sama sekali.

2. Melupakan kenangan indah yang pernah dijalani
Perempuan memang berpotensi untuk “lebih merasa lelah” setelah menikah ketimbang laki-laki. Banyaknya pekerjaan rumah, kelelahan ketika hamil dan melahirkan serta kesibukan mengurus bayi seringkali mengubah hidup dan diri anda menjadi tampak lain di hadapan suami. Cobalah untuk bersikap lebih santai dan menikmati sisi indah dalam hubungan yang masihd dapat dilakukan. Jangan sampai ketika anda sedang bertengkar dengan suami, anda malah tidak punya lagi kenangan indah untuk diingat yang dapat membuat hati anda luluh karena anda sudah lama tidak melakukan hal yang indah bagi anda berdua.

3. Seks sebagai prioritas terakhir dan tidak inovatif
Seks menjadi salah satu kebutuhan dalam pernikahan. Cobalah untuk tetap menikmati seks dengan pasangan dan tidak menjadikannya prioritas terakhir. Anda dan pasangan juga dapat membicarakan tentang hal tersebut dan menyepakati ‘hal-hal baru’ yang dapat dicoba dan nyaman untuk dilakukan berdua.

4. Berekspektasi terlalu tinggi
Masalah adalah kesenjangan antara harapan dan kenyataan. Nah harapan yang terlalu tinggi terhadap pasangan akan membuat anda merasa lebih kecewa ketika harapan tersebut tidak menjadi nyata. Lebih baik ukur kekuatan masing-masing dan buatlah harapan yang lebih rasional untuk sama-sama memperbaiki diri.

5. Hati-Hati dengan Mantan
Mantan kekasih atau orang-orang di masa lalu adalah sesuatu yang sangat sensitif bagi pasangan anda. Hati-hati ketika membicarakan tentang mantan di depan pasangan anda, juga selalu berhati-hati ketika berkomunikasi dengan mantan masing-masing. Mantan memicu salah paham yang lebih besar daripada orang lain dan kesalahan dalam berkomunikasi dengan mantan dapat membuat hubungan anda dengan pasangan anda menjadi buruk.

Nah ladies, yuk sama-sama belajar mempertahankan keharmonisan rumah tangga dengan selalu belajar untuk peka dan memahami kondisi pasangan dan kondisi pernikahan yang sedang dijalani 🙂

Sumber : Female.Kompas.com dengan beberapa tambahan.

Tips Cantik Lainnya

Masukkan komentarmu

Alamat email kamu nggak akan dipublikasikan.Wajib diisi

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

Post Navigation