Hati-hati Terhadap Obat Tradisional yang Mengandung Bahan Kimia!

ctk69

Back to nature! Slogan yang satu itu kini tengah marak dipublikasikan. Alam menyediakan segalanya untuk manusia dan kealamian tersebut memberikan manfaat yang besar bagi kita. Tapi memang yang alami itu terkesan ribet dan merepotkan. Membuat segelas jamu saja harus mengiris bahan-bahannya, menyeduh atau merebusnya, belum lagi jika bahan tersebut harus diperlakukan khusus sebelum diolah.

Untuk mengatasi hal tersebut, industri obat tradisional telah menemukan solusinya. Mereka melakukan proses pengolahan secara modern untuk menghasilkan jamu yang praktis tapi tetap berkhasiat. Proses-proses tersebut antara lain adalah ekstraksi untuk mengambil senyawa-senyawa berkhasiat dari bahan tanaman, kemudian diformulasi sedemikian rupa agar lebih praktis digunakan. Rasanya pun dimodifikasi agar jamu lebih nikmat diminum.

Namun, kini jamu kemasan tidak lagi aman. Kita yang semula ingin menikmati khasiat jamu yang relatif minim efek samping kini mendadak harus waspada. Produsen-produsen nakal telah mencampur produk jamu mereka dengan bahan-bahan atau obat-obat kimia dengan tujuan jamu yang mereka produksi cepat memberikan efek. Mungkin karena tuntutan konsumen yang ingin hasil cepat, tapi tetap ingin tanpa efek samping sehingga produsen nakal menggunakan bahan kimia di balik label “jamu”.

Bahan-bahan kimia obat yang sering dicampur ke dalam jamu
1. Sildenafil Sitrat
Bahan obat ini sering disalahgunakan dengan dicampur ke jamu penambah gairah pria. Sebenarnya obat ini sebagai obat disfungsi ereksi, tapi bila digunakan berlebihan dalam menyebabkan sakit kepala, muka merah, pusing, mual, nyeri perut, gangguan penglihatan, serangan jantung, nyeri dada, jantung berdebar dan bahkan kematian.

2. Natrium Diklofenak
Dicampur dalam jamu pegel linu. Sebagai obat anti rematik bila digunakan berlebihan dapat menyebabkan rasa tidak nyaman pada saluran cerna, mual, diare, perdarahan tukak, dispepsia, reaksi hipersensitifitas, sakit kepala, pusing, vertigo, gangguan pendengaran seperti tinnitus (telinga berdenging), fotosensitifitas dan hematuria (darah di urine), gangguan pada darah, nekrosis papilar atau fibrosis interstisial.

3. Fenilbutason
Jamu anti rematik yang biasa dicampur bahan ini. Sebagai obat anti rematik, bahan ini bila digunakan berlebihan dapat menyebabkan mual, muntah, ruam kulit, penimbunan cairan, perdarahan lambung, perforasi lambung, reaksi hipersensitifitas (Steven Johnsons Syndrome), hepatitis, gagal ginjal, leukopenia (jumlah sel darah putih rendah), anemia aplastik dan agranulositosis.

4. Parasetamol
Sebenarnya obat ini relatif aman. Tapi, bila diminum dalam jangka panjang atau dalam dosis besar dapat menyebabkan kerusakan hati. Bahan ini biasa dicampur untuk jamu penghilang nyeri atau demam.

5. Piroksikam
Sebagai obat penghilang rasa sakit bila digunakan berlebihan dapat menyebabkan anoreksia, nyeri perut, konstipasi, diare, mual, muntah, tukak lambung, sindrom Steven Johnsons, sakit kepala, demam, penglihatan kabur dan hipertensi.

6. Sibutramin HCL
Nah yang satu ini biasa dicampur pada jamu pelangsing yang bila digunakan berlebihan dapat meningkatkan tekanan darah, denyut jantung meningkat, sulit tidur, kejang, penglihatan kabur dan gangguan ginjal.

Bukan berarti sista harus menghindari jamu dalam kemasan, ya. Supaya aman, pastikan jamu kemasan yang sista beli memiliki nomor registrasi BPOM dan pastikan nomor tersebut telah tercantum dalam website resmi BPOM.

Tips Cantik Lainnya

Masukkan komentarmu

Alamat email kamu nggak akan dipublikasikan.Wajib diisi

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

Post Navigation