Infertilitas, Tidak Hanya Pada Wanita!

Infertilitas
Infertilitas diartikan sebagai ketidakmampuan untuk mencapai kehamilan setelah satu tahun berhubungan seksual tanpa alat kontrasepsi. Ketika infertilitas tersebut dialami oleh sepasang suami istri, kesalahan lebih sering dilimpahkan pada pihak wanita. Pengobatan infertilitas pun biasanya berfokus pada wanita, karena wanita cenderung mencari perawatan ginekologi sedangkan pria seringkali enggan menjalani pengobatan.

Padahal, pria maupun wanita punya risiko yang sama untuk mengalami infertilitas. Toh kaum adam dan hawa sama-sama memiliki organ reproduksi yang bisa saja terganggu. Coba deh simak apa saja penyebab infertilitas pada wanita maupun pria berikut ini:

Penyebab Infertilitas Pada Wanita
Beberapa penyebab yang dapat menimbulkan infertilitas pada wanita adalah kerusakan atau penyumbatan pada tuba fallopi, endometriosis, gangguan ovulasi, hiperprolaktinemia, Polycystic Ovary Syndrome (PCOS), tumor, kanker, dan penggunaan obat tertentu.

Penyebab Infertilitas Pada Pria
Lebih dari 90% kasus infertilitas pada pria disebabkan oleh kelainan sperma, dan sisanya disebabkan oleh kelainan struktural, ketidakseimbangan hormon, dan kelainan genetik.

– Kelainan sperma
Macam kelainan sperma yang dapat terjadi antara lain oligosperma di mana jumlah sperma kurang dari 20 juta/mL, asthenosperma di mana kurang dari 40% sperma dapat bergerak dalam garis lurus, dan teratospermia yang merupakan kelainan bentuk dan strukur sperma sehingga menyebabkan sperma tidak bisa membuahi sel telur.

– Kelainan struktural
Ejakulasi retrograde merupakan kejadian di mana otot-otot dinding kandung kemih tidak berfungsi dengan baik selama orgasme sehingga sperma tidak keluar melalui uretra melainkan mengalir ke kandung kemih.
Kriptorkismus adalah keadaan di mana testis tidak turun dari perut ke dalam skrotum.
Hipospadia adalah terjadinya pembukaan kemih di bagian bawah penis.
Selain itu, ada juga kelainan struktural yang berupa penyumbatan pada saluran sperma.

– Ketidakseimbangan hormon
Kasus ketidakseimbangan hormon terjadi ketika kurangnya gonadotropin-releasing hormone yang merupakan hormon perangsang pelepasan testorteron dan hormon reproduksi penting lainnya. Kondisi ini disebut dengan istilah hipogonadisme.

– Kelainan Genetik
Kelainan genetik yang dapat menyebabkan infertilitas antara lain adalah cystic fibrosis, penyakit ginjal polikistik, sindrom Klinefelter, dan sindrom Kartagener.

Nah, jadi infertilitas tidak melulu dari pihak wanita kan. Sebaiknya memang dilakukan pemeriksaan dari pihak suami maupun istri untuk mengetahui di mana letak problem penyebab infertilitasnya. Setelah diketahui problemnya dengan akurat, kemudian dapat ditentukan cara pengobatan yang tepat. Jangan sampai terus fokus mengobati sang istri, padahal ternyata problem ada pada sang suami.

Bagaimana jika kedua belah pihak sama-sama dinyatakan sehat oleh dokter tapi tak kunjung memperoleh keturunan? Hal tersebut bisa terjadi karena faktor stress. Pikiran yang terus menerus terganggu akibat ingin segera memperoleh anak akan membuat seseorang stress sehingga dapat pula mengganggu kesuburan. So, keep positif thinking and just enjoy your life!

Tips Cantik Lainnya

Masukkan komentarmu

Alamat email kamu nggak akan dipublikasikan.Wajib diisi

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

Post Navigation