Ini yang Dialami Tubuh Saat Jatuh Cinta

ctk57

Sista pernah jatuh cinta? Atau sekarang sedang jatuh cinta? Apa yang sista rasakan saat jatuh cinta? Senyum-senyum sendiri, ceria, optimis, teringat terus akan si dia? Sista tau nggak kenapa itu semua bisa terjadi? Bukan karena sista kerasukan lhoo… Tapi jatuh cinta memang wajar terjadi dan ada reaksi ilmiahnya. Dalam reaksi ilmiah jatuh cinta, ada dua tahap yang terjadi dengan peranan hormon.

Tahap 1
Tahap pertama adalah perasaan tertarik karena penampilan fisik seseorang. Hal ini dipengaruhi oleh hormon testosteron dan estrogen. Pria lebih dikontrol oleh hormon testosteronnya, sedangkan wanita oleh hormon estrogen.

Tahap 2
Tahap ini di mana sista akan merasa tergila-gila, kangen berat sampai tidak dapat memikirkan hal lain. Pada tahap ini, darah mengalir intens ke pusat otak, mengatur rasa bahagia dan perasaan luar biasa dari hal yang disebut cinta. Kelompok saraf dan hormon penghantar seperti adrenalin, dopamine, norepinepherine, serotonin juga memainkan peran penting.

Berikut gejala-gejala jatuh cinta dan hormon yang mempengaruhinya:

1. Sulit tidur
Sista sulit tertidur di malam hari saat jatuh cinta? Ini karena tubuh sista sedang dalam kondisi energi penuh saat jatuh cinta. Adrenalin dan norepinefrin dipercaya bertanggungjawab atas perasaan gugup dan debaran cepat pada jantung, kegelisahan, dan kebahagiaan tak terkira saat merasakan cinta. Tingginya kedua hormon tersebut akan membuat sista bersemangat penuh.

2. Sulit konsentrasi
Sulit konsentrasi karena hanya ada dia, dia, dan dia? Para ilmuwan mengatakan hal tersebut terjadi karena kadar dopamin yang tinggi sehingga kita bersikap obesesif. Kita jadi mengingat dengan detail semua hal yang dilakukan kekasih, apa yang dikatakan, caranya tersenyum, dan hal-hal kecil lainnya.

3. Berbunga-bunga
Dopamin bertanggung jawab menciptakan rasa bahagia, optimis, percaya diri, rasa menarik dan membuat aura tubuh bersinar lebih indah sehingga kadang membuat orang terlihat lebih cantik dan tampan. Dopamin juga mengakibatkan jantung berdetak lebih cepat, mengalirkan darah lebih banyak ke organ-organ penting maupun pipi. Hal inilah yang membuat pipi sista merona merah saat mengingatnya.

4. Tergila-gila
Kurangnya serotonin di otak sista yang jadi sebab kenapa jadi merasa terobsesi sama si dia yang lagi sista taksir. Kadar serotonin yang rendah membuat sista jadi sering mikirin si dia. Curi-curi pandang dan menyimpan foto dia di dompet sista juga jadi kegiatan sehari-hari. Ketika sista bilang sama dia bahwa sista nggak bisa berhenti mikirin dia, sebenarnya itu serotonin sista yang lagi rendah itu yang bicara. Kenekatan, pendek pikiran, dan orang yang tergila-gila saat jatuh cinta dipercaya dikontrol oleh hormon serotonin, zat yang juga berperan aktif pada otak orang yang memiliki gangguan jiwa.

So, jatuh cinta itu manusiawi kan, sist? Itu bukan sesuatu yang nggak wajar. Justru jadi nggak wajar kalo nggak bisa jatuh cinta. Bisa jadi orang tersebut nggak memiliki hormon-hormon di atas. Stay fallin’ love, ladies…

Tips Cantik Lainnya

Masukkan komentarmu

Alamat email kamu nggak akan dipublikasikan.Wajib diisi

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

Post Navigation