Jengkol, Si Aromatis yang Kaya Manfaat

Sista suka makan jengkol? Atau malah anti dengan buah yang aromanya tiada duanya ini? Taukah sista bahwa di balik aromanya yang mungkin bagi kebanyakan orang sangat mengganggu, jengkol memiliki banyak manfaat bagi kesehatan.

Asal Bau Jengkol
Jengkol akan menimbulkan bau yang katanya tidak sedap setelah diproses oleh pencernaan. Penyebab bau itu sebenarnya adalah asam-asam amino yang terkandung di dalam biji jengkol. Asam amino itu didominasi oleh asam amino yang mengandung unsur Sulfur. Ketika terpecah-pecah menjadi komponen yang lebih kecil dalam pencernaan, asam amino itu akan menghasilkan berbagai komponen aroma yang sangat bau karena pengaruh sulfur tersebut. Salah satu gas yang terbentuk dengan unsur itu adalah gas H2S yang terkenal sangat bau.

Manfaat Jengkol
Jengkol kaya akan zat besi, di mana setiap 100 gram jengkol mengandung 4,7 gram zat besi. Maka jengkol sangat baik untuk penderita anemia. Gejala anemia antara lain adalah kelelahan, lemah, pucat, dan kurang bergairah, sakit kepala, mudah marah, sulit konsentrasi serta rentan terhadap infeksi. Anemia sendiri sering dialami oleh remaja, wanita hamil, ibu menyusui, dan orang dewasa.

Jengkol juga baik bagi kesehatan tulang karena mengandung kalsium tinggi yakni 140 mg per 100 gram jengkol dan juga Fosfor 166,7 mg per 100 gram jengkol. Kalsium dan Fosfor sangat penting dalam pembentukan tulang dan gigi.

Serat yang terkandung dalam jengkol sangat membantu kelancaran pencernaan. Itulah sebabnya jengkol dijadikan obat alternatif untuk sembelit yang paling ampuh. Bagi penderita diabetes atau kencing manis, dianjurkan mengonsumsi jengkol karena terdapat banyak kandungan mineral dan asam dalam jengkol.

Jengkol Beracun?
Jengkol memang menimbulkan masalah jika dikonsumsi dalam jumlah berlebih. Jengkol mengandung senyawa asam jengkolat yang dapat mengkristal dalam suasana asam. Jadi ketika jengkol dikonsumsi dalam jumlah berlebih, asam jengkolatnya akan menumpuk pada saluran kencing dan mengkristal. Akibatnya Anda akan mengalami rasa sakit kerika buang air kecil.

Jika gejala yang terjadi ringan seperti muntah atau sakit pinggang saja, maka penderita tidak perlu dirawat. Cukup diatasi dengan banyak minum agar kristal asam jengkolat cepat terlarut. Jika asam jengkolat telah hilang, maka sakit pinggang dan muntah pun akan ikut menghilang.

Namun, jika gejala yang terjadi berat seperti tidak dapat buang air kecil dan bahkan sampai pingsan, maka segeralah dibawa ke rumah sakit. Pasalnya, penderita tersebut harus segera diberi terapi pendukung dengan infus natrium bikarbonat dalam larutan glukosa 5%. Jika terjadi kesulitan bernafas, perlu dilakukan juga pengaturan udara seperti menggunakan tambahan oksigen.

Memang segala sesuatu yang berlebihan itu tidak baik, ya sist. Makanlah jengkol secukupnya saja. Pastikan bahwa sista mengkonsumsi menu yang variatif setiap harinya. Sesekali jangan ragu menyelipkan jengkol dalam menu sista ya…

Tips Cantik Lainnya

Masukkan komentarmu

Alamat email kamu nggak akan dipublikasikan.Wajib diisi

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

Post Navigation