Kenali Tanda-Tanda Anak Terkena Bullying

Kenali Tanda-Tanda Anak Terkena Bullying

bullying

Prestasi anak Anda menurun, terlihat tidak bersemangat untuk ke sekolah dan sering menyendiri? Waspadalah, jangan-jangan anak Anda menjadi korban bullying dan tidak mau bercerita kepada Anda. Bullying merupakan tindakan intimidasi secara berulang yang dilakukan oleh orang yang lebih kuat ke orang yang lebih lemah dengan tujuan untuk menyakiti. Kasus bullying bisa terjadi dalam tingkatan sekolah manapun baik sejak sekolah dasar hingga sekolah menengah. Bullying seringkali dianggap sebagai perkelahian biasa antar remaja, padahal jika dibiarkan saja, bullying dapat menimbulkan dampak fisik maupun psikologis yang bisa berakhir menjadi bunuh diri.

Kondisi tersebut diperparah dengan keengganan para korban bullying untuk mengadukan tindakan bullying yang diterimanya kepada orang dewasa di sekitarnya seperti orangtua, guru atau kakak-kakaknya. Keengganan mengadukan perilaku bullying yang diterimanya itu seringkali didasari oleh rasa malu, takut dibalas jika ketahuan mengadu, menganggap bullying sebagai bagian dari proses pendewasaan diri yang harus dijalani dan takut dianggap kekanakan karena mengadu.

Barbara Coloroso, seorang penulis buku-buku parenting, menyebutkan beberapa tanda anak yang menjadi korban bullying. Berikut tanda-tanda dari anak yang menjadi korban bullying:

1. Anak terlihat tidak bersemangat untuk berangkat ke sekolah, bahkan seringkali membolos sekolah. Anak juga seringkali menempuh jalur yang berbeda dari biasanya untuk menuju ke sekolahnya karena takut dibully

2. Anak mengalami penurunan prestasi akademik. Rasa takut akan dibully seringkali membuat anak susah berkosentrasi dan bisa jadi lebih banyak memikirkan bagaimana caranya menghindari bullying atau cara balas dendam daripada belajar

3. Anak seringkali menyendiri, tidak mau terlibat dalam kegiatan sekolah atau keluarga, terlihat murung dan sedih serta gampang marah

4. Anak sering merasa kelaparan padahal sudah diberi uang saku oleh orangtua. Anak juga sering mengaku kehilangan uang jajan bahkan mencuri uang orangtuanya dan membuat alasan-alasan yang tidak masuk akal mengenai penyebab hilangnya uang tersebut. Korban bullying seringkali menjadi korban pemerasan oleh pelaku bullying

5. Perilaku anak berubah seperti melakukan hal-hal yang tidak biasa dilakukannya sehari-hari. Ketika membicarakan tentang teman-temannya, anak akan menghina atau merendahkan teman-temannya. Bahkan bisa jadi anak tidak mau bercerita sama sekali tentang teman-temannya dan kegiatannya sehari-hari di luar rumah.

6. Baju anak berantakan dan robek ketika pulang sekolah serta seringkali kehilangan barang-barang miliknya yang dibawa ke sekolah.

7. Pada kasus bullying yang parah, anak sering terlihat mengalami sakit perut, kelelahan, pusing, cemas dan panik, sulit tidur atau malah terlalu banyak tidur. Bahkan , anak mengalami cedera fisik yang tidak konsisten dengan penjelasannya dan terkesan menutupi penyebab cedera fisik tersebut.

Nah, kenali tanda-tanda anak yang mungkin menjadi korban bullying. Yuk, selalu care terhadap generasi penerus bangsa ini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *