Keputihan serta Cara Mencegah dan Mengobatinya dengan Bahan Alami

Sobat tentu sudah sering dengar tentang keputihan, bukan? 🙂 Yang satu ini memang selalu membuat para wanita resah, karena menyebabkan rasa tidak nyaman seperti bau, gatal dan iritasi. Simak info berikut supaya tahu cara mengatasinya dengan cara alami, ya…

Apa Itu Keputihan?

Keputihan (flour albus) merupakan reaksi abnormal pada vagina. Keputihan yang disebabkan oleh infeksi biasanya disetai dengan gatal di dalam vagina dan di sekitar bibi vagina. Keputihan ini disebabkan oleh bakteri, virus, jamur atau parasit. Infeksi pada vagina ini akan menjalar dan menimbulkan rasa pedih saat penderitanya buang air kecil.

Sebenarnya cairan yang keluar dari vagina belum tentu bersifat abnormal, meskipun biasanya pada keadaan normal dan rileks, vagina tidak mengeluarkan cairan. Vagina memiliki sistem perlindungan alami yang ampuh, yakni tingkat keasaman yang lebih tinggi dari jaringan lainnya dan adanya Doderleins si mikroba pelindung. Mikroba inilah yang menjaga keseimbangan ekosistem vagina. Akan tetapi beberapa hal seperti menstruasi, penyakit kencing manis, serta pemakaian obat-obatan hormonal dapat mengganggu keseimbangan ekosistem itu.

Keputihan yang bukan merupakan penyakit dapat saja terjadi pada setiap wanita, Ladies. Keputihan yang normal dapat ditandai dengan melihat apakah cairan yang keluar tidak berwarna, bening, tidak berbau, dan tidak gatal. Cairan ini bisa saja sedikit, bisa juga banyak. Biasanya terjadi setelah masa haid, saat terangsang secara seksual, atau ketika sedang stres. Keputihan juga normal terjadi pada wanita yang sedang hamil, selama cairan yang keluar tidak berlebihan.

Keputihan yang bersifat patologis ditandai jika cairan yang keluar dari vagina tidak bening, berwarna putih kekuningan; keabuan hingga kehijauan, kental, berbau seperti telur busuk atau anyir, menimbulkan gatal, serta keluar dalam jumlah banyak.

Jadi, tidak masalah jika Anda mengalami keputihan yang normal. Tetapi bagaimana jika yang Anda alami adalah keputihan abnormal?

Apa Penyebab Keputihan?

Meskipun dinamakan keputihan, warna cairannya tidak selalu berwarna putih. Cairan keputihan yang abnormal bisa saja berwarna kehijauan, dan menggumpal seperti susu kental.

Keputihan yang tidak normal disebabkan oleh infeksi jamur, bakteri, virus atau parasit. Organisme parasit tersebut sangat mudah berkembang jika vagina dalam keadaan lembab dan kotor. Bila keasaman vagina berubah menjadi basa, maka pertumbuhan bakteri atau kuman seperti Candida, Trichomonas, E. Coli, Staphylococcus dan sebagainya akan menjadi pesat. Keputihan abnormal ini juga dapat terjadi karena kelelahan, stres, atau karena kuman penyebab terganggunya keasaman daerah vagina.

Keputihan abnormal merupakan masalah yang sering dialami para wanita. Keputihan memang tidak menyebabkan kanker, namun keputihan merupakan salah satu gejala kanker mulut rahim.

Keputihan yang dibiarkan berlangsung lama dan tidak cepat diobati dapat menyebabkan kemandulan, sebab jika dibiarkan maka infeksi yang terjadi akan merambat ke rongga rahim, kemudian ke saluran telur hingga sampai ke dalam rongga panggul.

Karenanya, bila Anda mengalami keputihan segeralah diobati. Tidak masalah jika yang Anda alami adalah keputihan yang normal. Tetapi jika keputihan abnormal terjadi, Anda sebaiknya segera melakukan pengobatan untuk mencegah kondisi yang lebih buruk.

Bagaimana Cara Mencegah Keputihan?

Berikut ini beberapa tips mengenai cara mencegah keputihan. Disimak, ya, Ladies… 🙂

– Rajinlah membersihkan organ intim, tetapi gunakan pembersih yang tidak mengganggu kestabilan pH vagina. Misalnya, gunakan produk pembersih yang berbahan dasar susu. Produk ini mampu menjaga keseimbangan pH sekaligus menyuburkan pertumbuhan bakteri baik dan menekan pertumbuhan bakteri tidak baik. jangan gunakan sabun antiseptik sebab sabun jenis ini akan mengganggu keseimbangan pH vagina Anda sehingga merugikan pertumbuhan bakteri baik.

– Hindari pemakaian bedak pada vagina dengan tujuan vagina harum dan kering sepanjang hari, sebab partikel-partikel halus bedak mudah terselip di sana-sini sehingga mengundang jamur untuk bersarang di tempat itu.

– Selalu keringkan vagina sebelum berpakaian. Ini bertujuan agar vagina tidak lembab sehingga merangsang pertumbuhan bakteri.

– Pastikan celana dalam yang Anda gunakan benar-benar kering. Ketika mulai lembab saat dipakai, segeralah ganti dengan yang baru. Selalu sediakan cadangan celana dalam di tas Anda untuk berjaga-jaga.

– Gunakan celana yang mudah menyerap keringat, misalnya katun. Kalau bisa, hindari pemakaian celana satin atau bahan sintetik sebab akan menjadikan daerah organ intim Anda panas dan lembab.

– Usahakan tidak terlalu sering mengenakan celana jeans, sebab pori-pori elana jenis ini sangat rapat. Pilihlah rok atau celana bahan non-jeans agar sirkulasi udara di sekitar organ intim terjaga.

– Seringlah mengganti pembalut ketika haid, sebab darah kotor yang keluar merupakan sarang bakteri dan kuman.

– Gunakan panty liner seperlunya saja, jangan terlalu lama. Misalnya, gunakan saat Anda keluar rumah, dan lepaskan ketika Anda berada di rumah.

– Pastikan pasangan Anda juga merawat kebersihan organ intimnya.

– Jangan lupakan kebersihan lingkungan, misalnya kualitas air bersih, kebersihan bak mandi, kebersihan handuk serta pakaian Anda.

Bagaimana Cara Mengatasi Keputihan Dengan Bahan Alami

Jika Anda sudah terlanjur terkena keputihan, segeralah diobati, Ladies. Berikut ini adalah beberapa ramuan tradisional yang bisa Anda racik untuk mengobati keputihan:

– Daun Sirih

Cuci bersih 10 lembar daun sirih yang masih bertangkai. Rebus dengan 2,5 liter air hingga air berkurang menjadi 2 liter. Diamkan hingga rebusan sirih tersebut dingin, untuk kemudian digunakan sebagai bilasan setelah Anda buang air kecil. Lakukan berulang-ulang hingga bersih. Walaupun keputihan sudah sembuh, ramuan ini tetap bisa digunakan untuk menjaga organ intim Anda tetap sehat.

– Tapak Liman

Rebus seruluh bagian pohon tapak liman (akar hingga daun) dengan 2 gelas air hingga air menjadi 1 gelas. Diamkan hingga dingin kemudian diminum dua kali sehari. Minumlah ramuan ini hingga keputihan hilang.

– Biji Sawi

Haluskan 1 sendok teh biji sawi yang telah dicuci bersih, kemudian seduh dengan setengah gelas air panas. Tambahkan 1 sdm madu, lalu aduk hingga benar-benar rata. Minum saat ramuan masih hangat-hangat kuku, dua kali sehari, 3 sdm sekali minum.

– Kunyit

Potong-potong 20 gram kunyit, 10 gram sambiloto kering dan 15 gram kulit delima yang telah dicuci bersih. Rebus ramuan dengan 800 cc air hingga air tersisa 300 cc. Saring, kemudian minum dua kali sehari. Tambahkan gula aren atau madu jika Anda tidak tahan rasa getirnya. Minum secara teratur.

Demikianlah tips mencegah dan mengobati keputihan dengan bahan-bahan alami. Semoga bermanfaat, Sobat! 😀

Tips Cantik Lainnya

Ada 1 komentar untuk artikel “Keputihan serta Cara Mencegah dan Mengobatinya dengan Bahan Alami

  1. ipak arita on April 19, 2013 at 3:59 pm said:

    sis,sy mau tanya.knp stiap sy pki pembersih kewanitaan sllu mengalami keputihan?padahal sy sdh cb pki yg mnrt sy pling bgs.tp tetap sj.

Masukkan komentarmu

Alamat email kamu nggak akan dipublikasikan.Wajib diisi

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

Post Navigation