Kesehatan Reproduksi Wanita dan Kanker Serviks (Kanker Leher Rahim)

Kesehatan Reproduksi Wanita dan Kanker Serviks (Kanker Leher Rahim)

Ladies, setelah sering membahas soal kecantikan, sekarang kita bicarakan soal kesehatan reproduksi wanita, yuk… Spesifiknya, kita akan membahas soal kanker serviks. Tentu Sobat semua sudah sering mendengar soal kanker yang satu ini, ya? Salah satu penyakit yang mematikan. Karena itu, disimak ya, Ladies… 😉

Apa Itu Kesehatan Reproduksi?
Kesehatan reproduksi adalah suatu keadaan kesehatan yang sempurna, baik secara fisik, mental, dan sosial. Sebenarnya terdapat pengertian yang luas mengenai “kesehatan reproduksi”, yaitu:

– hak seseorang untuk dapat memperoleh kehidupan seksual yang aman dan memuaskan serta mempunyai kapasitas untuk bereproduksi;
– kebebasan untuk memutuskan bagaimana dan seberapa banyak melakukannya;
– hak untuk memperoleh informasi serta aksebilitas yang aman, efektif dan terjangkau baik secara ekonomi maupun kultural;
– hak untuk mendapatkan tingkat pelayanan kesehatan yang memadai sehingga perempuan memiliki kesempatan untuk menjalani proses kehamilan secara aman.

Beberapa faktor menjadi sangat berpengaruh terhadap kesehatan reproduksi wanita, Ladies. Masing-masing secara langsung maupun tak langsung menjadi penentu bagi kesehatan reproduksi. Secara garis besar, faktor-faktor tersebut digolongkan menjadi empat, yaitu:

1. faktor sosial-ekonomi dan demografi seperti kemiskinan, tingkat pendidikan yang rendah, ketidaktahuan tentang perkembangan seksual dan proses reproduksi, serta lokasi tempat tinggal yang terpencil.
2. faktor budaya dan lingkungan, misalnya praktik tradisional yang berdampak buruk pada kesehatan reproduksi, kepercayaan banyak anak banyak rejeki, informasi tentang fungsi reproduksi yang membingungkan anak dan remaja karena saling berlawanan satu dengan yang lain, dan sebagainya.
3. faktor psikologis, misalnya dampak keretakan rumah tangga orang tua pada anak remaja, depresi karena ketidakseimbangan hormonal, rasa tidak berharga wanita pada pria yang membeli kebebasannya secara materi, dan sebagainya.
4. faktor biologis, misalnya cacat sejak lahir, cacat pada saluran reproduksi pasca penyakit menular seksual, dan sebagainya.

Apa Itu Kanker Serviks ?
Kesehatan reproduksi baik pada laki-laki maupun perempuan, merupakan hal yang sangat penting untuk diperhatikan. Begitu banyak penyakit yang bisa terjadi pada reproduksi wanita, yang pada umumnya terjadi karena masalah-masalah yang tidak pernah kita duga sebelumnya. Salah satu masalah yang paling sering terjadi pada sistem reproduksi wanita adalah kanker leher rahim, atau yang sering disebut sebagai kanker serviks. Penyakit ini merupakan kanker pembunuh perempuan nomor dua di dunia setelah kanker payudara. Di Indonesia, kanker serviks bahkan menduduki peringkat pertama. Kanker serviks yang sudah pada tahap stadium lanjut biasanya menyebabkan kematian dalam waktu yang relatif cepat.

Gejala kanker serviks dirasakan tergantung tingkatan stadiumnya. Pada tahap awal seringkali tidak menimbulkan gejala sama sekali kecuali gangguan menstruasi, keputihan, terkadang pendarahan vagina di luar masa haid, keluhan sakit dan pendarahan sewaktu melakukan hubungan seks dan infeksi pada saluran dan kandung kemih.

Pada stadium lanjut, akibat yang dirasakan adalah rasa sakit pada panggul, pendarahan yang berbau amis, nafsu makan hilang, berat badan turun drastis dan anemia karena pendarahan.

Apa Penyebab Utama Kanker Serviks?
Kanker serviks berkembang secara bertahap tetapi progresif. Berikut ini adalah beberapa penyebab utama terjadinya kanker serviks:

1. Hubungan Seks sejak Usia Muda
Faktor ini merupakan faktor risiko utama. Semakin muda seorang perempuan melakukan hubungan seks, maka akan semakin besar risikonya untuk terkena kanker serviks. Berdasarkan penelitian para ahli, perempuan yang melakukan hubungan seks sejak usia kurang dari 17 tahun memiliki risiko 3 kali lebih besar untuk terkena kanker serviks dibandingkan dengan perempuan yang melakukan hubungan seks setelah berusia lebih dari 20 tahun.

2. Berganti-ganti Pasangan Seksual
Perilaku seksual seperti ini akan meningkatkan peluang penularan penyakit kelamin. Panyakit yang ditularkan, misalnya infeksi human papilloma virus (HPV), terbukti meningkatkan kemungkinan terkena kanker serviks, penis dan vulva. Risiko terkena kanker serviks menjadi 10 kali lipat lebih tinggi pada wanita yang memiliki pasangan seksual sebanyak 6 atau lebih. Selain itu, virus herpes simpleks tipe-2 juga dapat menjadi faktor pendamping.

3. Merokok
Wanita yang merokok memiliki risiko 2 kali lebih besar untuk terkena kanker serviks dibandingkan dengan mereka yang tidak merokok. Penelitian menunjukkan bahwa lendir serviks pada perempuan merokok mengandung nikotin dan zat-zat lainnya yang ada dalam rokok. Zat-zat tersebut akan menurunkan daya tahan serviks, sekaligus menjadi ko-karsinogen infeksi virus.

4. Penggunaan Kontrasepsi Oral dalam Jangka Waktu Panjang
Mengonsumsi pil-pil pengontrol kehamilan dalam jangka waktu yang lama (5 tahun atau lebih) dapat meningkatkan risiko kanker leher rahim, sama seperti para wanita yang terinfeksi HPV.

5. Kehamilan yang Terlalu Sering
Beberapa studi menunjukkan bahwa melahirkan banyak anak akan meningkatkan risiko terkena kanker serviks.

6. Penyakit Menular Seksual
Para wanita yang telah mempunyai banyak mitra seksual memiliki risiko yang lebih tinggi untuk terkena kanker jenis ini. Sama halnya dengan seorang wanita yang memiliki pasangan seksual seorang laki-laki yang memiliki banyak pasangan seksual. Pada kedua kasus ini, risiko para wanita untuk terkena kanker serviks menjadi lebih tinggi daripada rata-rata.

Bagaimana Cara Mencegah Kanker Serviks?
Kita sudah mengetahui berbagai penyebab utama timbulnya kanker serviks. Bila sudah mengerti apa yang berpotensi menjadi pemicu kanker serviks, maka Ladies tentu mengerti apa-apa saja yang sebaiknya jangan dilakukan.

Sebelum Anda terkena kanker serviks, ikuti saran berikut ini:

  • Jagalah kesehatan dan daya tahan tubuh dengan cara mengonsumsi makanan bergizi. Lakukan pola hidup sehat dengan banyak memakan sayuran, buah-buahan dan sereal. Perbanyaklah mengonsumsi makanan yang mengandung vitamin A, C, E dan asam folat.
  • Selalu bersihkan bibir kloset dengan alkohol sebelum menggunakan toilet di tempat umum. Oleh sebab itu, selalu sediakan tisu basah yang mengandung alkohol di tas Anda, kemanapun Anda pergi.
  • Hindarilah hubungan seks di usia dini, dan tidak melakukan hubungan seks dengan banyak partner. Hindari juga melakukan hubungan seks selama masa haid.
  • Hindari rokok, karena penggunaan tembakau dapat meningkatkan risiko terkena kanker.
  • Lakukan pap smear untuk mendeteksi kanker serviks sedini mungkin. Pap smear adalah pemeriksaan leher rahim. Anda dapat mendatangi bidan atau ahli kandungan untuk melakukannya. Pap smear dilakukan untuk mengetahui ada-tidaknya HPV ataupun sel karsinoma penyebab kanker serviks. Pemeriksaan ini dapat Anda lakukan kapan saja, kecuali saat sedang haid. Sebaiknya pap smear Anda lakukan setiap satu tahun sekali, jika Anda sudah aktif melakukan hubungan seksual. Ini untuk mengetahui potensi infeksi kanker serviks sejak dini, sehingga penanganan dapat lebih cepat dilakukan.
  • Lakukan vaksinasi untuk mencegah dari dalam. Vaksinasi dapat dilakukan pada umur 10 hingga 55 tahun dengan jadwal suntikan sebanyak 3 kali, yaitu pada bulan 0, 1 dan 6. Vaksin HPV akan meningkatkan daya imun sehingga lebih kebal terhadap virus.

Bagaimana Cara Mengobati Kanker Serviks?
Secara medis, pengobatan kanker serviks dilakukan dengan pemanasan atau dengan sinar laser, apabila keabnormalan sela baru saja terjadi. Jika penyakit telah sampai pada tahap pra-kanker dan positif kanker serviks, maka biasanya tindakan medis yang dilakukan untuk pengobatan adalah:

  • Operasi, untuk mengambil daerah yang terserang kanker. Biasanya operasi dilakukan dengan mengangkat uterus berserta leher rahimnya.
  • Radioterapi, dengan menggunakan sinar X berkekuatan tinggi yang dilakukan secara internal dan eksternal untuk membunuh sel kankernya.

Setelah sel kanker diangkat, umumnya terdapat sel-sel kanker lainnya yang tidak jelas terlihat (tidak terdeteksi). Untuk pengobatan kanker memang butuh pengobatan tuntas agar tidak terjadi kekambuhan atau perpindahan sel kanker yang dibawa oleh kelenjar getah bening maupun pembuluh darah. Maka itu biasanya diperlukan sinar atau kemoterapi untuk memberantas sel-sel kanker yang tidak terlihat.

Namun sekarang ini telah ada pengobatan lanjutan yang tidak hanya bergantung pada sinar dan kemoterapi saja. Menurut Prof. Dr. Li Yuan Zhong (dokter di Rumah Sakit Modern Hospital Center, Guangzhou), ada suatu pengobatan yang dinamakan Imunisasi Biologi, yaitu proses tindakan dimana darah pasien diambil sekitar 100 cc untuk keperluan laboratorium untuk proses pengembangbiakan sel imunitas yang baik hingga seratus kali lipat. Setelah hari ketujuh, darah pasien tersebut disuntikkan kembali ke tubuh pasien dan sel-sel imun yang berjumlah ratusan bahkan ribuan tersebutlah yang akan bekerja memberantas sel kanker yang masih ada dalam tubuh. Imunisasi Biologi ini tidak memiliki efek samping apapun seperti pada kemoterapi, dan dapat dilakukan pada orang sehat sekalipun.

Nah.., semoga artikel ini bermanfaat, ya, Ladies. Silakan diterapkan untuk mendapatkan hidup yang sehat dan jauh dari kanker serviks! 😀

Tips Cantik Lainnya

Masukkan komentarmu

Alamat email kamu nggak akan dipublikasikan.Wajib diisi

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

Post Navigation