Olahraga Untuk Ibu Hamil

olahraga untuk ibu hamil

Ibu hamil tetap butuh berolahraga. Berdasarkan penelitian di Selandia Baru, Ibu hamil yang berolahraga selama masa kehamilan akan membuat bayinya lebih langsing namun sehat dan terhindar dari resiko diabetes dan obesitas. Meskipun olahraga disarankan untuk ibu hamil, ada beberapa hal yang harus diperhatikan dalam berolah raga yaitu :
1. Jangan melakukan gerakan mengejutkan yang mendadak seperti melompat atau mendadak bangun karena bisa mengakibatkan cedera.
2. Siapkan air minum di dekat anda dan jangan tunggu hingga kehausan agar tidak terjadi dehidrasi.
3. Segera hentikan olahraga jika nadi berdenyut cepat lebih dari 140/menit, merasa kelelahan, pusing dan nafas ngos-ngosan.
4. Jangan melakukan olahraga dengan posisi telentang dan menjulurkan jari kaki agar tidak terjadi kram pada betis ketika perut semakin membesar atau usia kandungan lebih dari 4 bulan.
5. Lakukan pendinginan setelah berolahraga ara tidak terjadi pendingan secara drastis.

Tidak semua olahraga bisa dilakukan oleh ibu hamil. Berikut ini olahraga yang bisa dilakukan oleh ibu hamil:
Jalan Kaki Santai
Berjalan kaki secara santai adalah olahraga yang paling dianjurkan untuk ibu hamil. Aktivitas ini mudah dan murah dilakukan serta terbukti berefek bagus untuk kehamilan dan persalinan. Ibu hamil dapat berjalan kaki santai di pagi atau sore hari selama maksimal satu jam. Lakukan dengan santai bersama dengan suami jika memungkinkan sambil menghirup udara segar perlahan-lahan.

Berenang
Agar tidak kram, lakukan pemanasan dan pendinginan sebelum dan sesudah berenang. Disarankan waktu pemanasan, berenang dan pendinginan tidak lebih dari satu jam. Lakukan kegiatan berenang 2-3 kali saja perminggu. Agar nyaman, kenakan pakaian khusus ibu hamil.

Sepeda Statis
berolahraga dengan sepeda statis sebaiknya dilakukan setelah usia kehamilan 16-20 minggu karena plasenta sudah terbentuk sempurna. Sepeda statis dipilih karena lebih seimbang dan tidak terlalu melelahkan seperti layaknya sepeda biasa yang mungkin saja menemui jalanan yang bergelombang dan tidak rata. Maksimal dilakukan selama satu jam.

Relaksasi ringan
Relaksasi ringan dapat dilakukan setiap hari berupa latihan pernafasan atau pemusatan pikiran. Mulailah dengan mengambil posisi yang nyaman, tarik nafas kemudian keluarkan perlahan. Lakukan beberapa kali hingga merasa rileks.

Senam Hamil
Biasanya senam hamil dilakukan setelah memasuki trisemester ketiga kehamilan. Pilihlah kelas senam hamil di klinik bersalin atau rumah sakit terpercaya dan konsultasikan dengan dokter kandungan terlebih dahulu. Ibu hamil dengan kondisi plasenta previa tidak dianjurkan untuk melakukan senam hamil.

KOnsultasi sebelumnya dengan dokter untuk berolahraga sangat diperlukan karena tidak semua ibu hamil boleh berolahraga. Ibu hamil yang pernah keguguran tiga kali atau lebih, pernah melahirkan bayi prematur, leher rahim lemah, sering mengalami bercak pendarahan, plasenta previa, memiliki riwayat penyakit jantung, hipertensi, ginjal dan anemia berat tidak disarankan untuk berolahraga.

Tips Cantik Lainnya

Masukkan komentarmu

Alamat email kamu nggak akan dipublikasikan.Wajib diisi

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

Post Navigation