Ortoreksia, Obsesi Sehat Yang Membuat Sakit

Ortoreksia, Obsesi Sehat Yang Membuat Sakit

stop eating

Pernahkah anda merasa begitu berhati-hati dalam memilih dan mengkonsumsi makanan karena ingin menerapkan gaya hidup sehat? Pernahkah anda merasa begitu terobsesi dengan makanan sehat sehingga anda malah mengalami kekurangan gizi yang buruk? Jika itu terjadi, maka pikirkan kembali, jangan-jangan anda mengidap ortoreksia.

Ortoreksia adalah gangguan pola makan dimana penderita hanya mau memakan makanan-makanan tertentu yang ia anggap sangat sehat. Gangguan makan ini menyebabkan penderita menjadi terlalu pemilih terhadap makanannya dan memilih merasa lapar daripada harus memakan makanan yang dianggap tidak sehat dan tidak murni. Akibat terlalu pemilih dalam hal makan, penderita ortoreksia justru mengalami malnutrisi yang bisa menyebabkan dia menjadi jatuh sakit.

Pada awalnya penderita ortoreksia didorong oleh keinginan menerapkan gaya hidup sehat, namun tanpa diimbangi pengetahuan yang cukup tentang gizi makanan. Mereka lebih banyak berpikir tentang bagaimana pengaruh makanan tersebut bagi kesehatan. Jika merasa suatu makanan tersebut mengandung suatu bahan yang tidak sehat, maka penderita tidak mau memakannya. Sebagai contoh, penderita ortoreksia biasanya sangat ketat dalam memilih jenis makanan yang dikonsumsinya seperti hanya memakan sayuran atau buah-buahan saja. Penderita menjauhi daging olahan dan segala macam makanan yang mengandung pengawet, pewarna dan bahan-bahan sintetis lainnya. Jika pola makan semacam itu tidak diimbangi dengan pengetahuan yang cukup mengenai gizi makanan serta tidak adanya usaha untuk memenuhi kebutuhan gizi melalui makanan alternatif pengganti, maka penderita bisa mengalami kekurangan gizi yang bisa berbahaya bagi kesehatan.

Berikut ini cara mendeteksi dini gangguan makan ortoreksia dengan menjawab dua pertanyaan Steven Bratman seperti yang dilansir oleh Intisari:
1. Apakah anda lebih berpikir tentang sehat tidaknya suatu makanan daripada enak tidaknya?
2. Apakah kehati-hatian memilih makanan membuat anda terisolasi secara sosial?

Jika jawaban kedua pertanyaan tersebut adalah “ya”, maka anda perlu melanjutkan menjawab pertanyaan-pertanyaan berikut ini:
1. Apakah anda menghabiskan waktu lebih dari 3 jam sehari untuk berpikir tentang makanan sehat?
2. Apakah anda merencanakan menu sehat untuk esok hari?
3. Apakah anda merasa sangat puas ketika makan makanan yang sehat?
4. apakah anda merasa bersalah ketika menyimpang dari rencana diet?
5. Apakah anda memandang rendah orang lain yang tidak mengikuti rencana diet sehat seperti yang anda lakukan?
6. Apakah kualitas hidup anda menjadi turun ketika diet anda kurangs esuai dengan yang seharusnya?

Jika kebanyakan jawaban anda adalah “ya”, ada baiknya anda berkonsultasi ke psikiater. Meskipun ortoreksia adalah gangguan makan secara fisik, namun penyebabnya bersumber dari psikis yaitu obsesi untuk hanya makan makanan sehat tanpa diimbangi dengan pengetahuan yang baik tentang gizi makanan.

Jika seseorang sampai mengalami malnutrisi yang parah karena obsesinya terhadap makanan sehat, maka penderita harus mendapatkan perawatan fisik sesuai dengan kondisi fisik yang dideritanya. Penderita harus didampingi oleh ahli gizi dan tentu saja psikiater atau psikolog untuk terapi pola pikir.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *