Tips Memberikan ASI Meski Sibuk

Tips Memberikan ASI Meski Sibuk

Ladies, Anda tentu ingin memberikan ASI pada buah hati Anda. Tetapi seringkali keinginan tersebut terkendala karena Anda harus bekerja. Jangan khawatir, Ladies, karena meskipun sibuk, Anda sebenarnya masih tetap bisa memberikan ASI eksklusif pada bayi Anda, dengan cara memerah kemudian menyimpan ASI dengan benar. Dengan begitu, Anda tetap dapat memberikan ASI pada buah hati Anda. Nah, berikut ini adalah tips bagaimana cara memerah dan menyimpan ASI dengan benar. Silakan disimak, Ladies…

Memerah ASI

Ada dua cara yang dapat Anda lakukan untuk memerah ASI. Yang pertama adalah dengan cara memerah langsung, dan cara kedua adalah memerah dengan menggunakan alat bantu pompa. Sebelum Anda mulai memerah, hal yang harus dilakukan agar ASI tidak tercemar dan dapat keluar maksimal adalah:

  • mencuci tangan untuk memastikan tangan bersih;
  • rileks;
  • kompres payudara dengan air hangat agar ASI bisa lebih mudah keluar;
  • melakukan pijatan untuk merangsang ASI keluar.

Memerah dengan Tangan

Diperlukan teknik yang benar jika Anda ingin memerah dengan tangan. Karena jika caranya salah, ASI yang dikeluarkan hanya sedikit dan ibu merasa sakit akibat penekanan pada payudara.

Teknik memerah dengan tangan adalah: Jari telunjuk diletakkan di atas areola dan jari telunjuk serta jari tengah diletakkan 1 cm – 2 cm di bawah areola. Agar lebih mudah dan mendapatkan hasik yang maksimal, tangan kanan digunakan untuk memerah payudara kanan dan tangan kiri untuk payudara sebelah kiri. Doronglah payudara ke arah dada. Jangan melakukan tekanan yang keras pada tahapan ini. Buat gerakan memutar pada payudara searah jarum jam untuk mengosongkan payudara. Ulang gerakan ini sampai beberapa kali.

Kelebihan dari memerah dengan menggunakan tangan adalah lebih hemat karena tidak perlu membeli pompa ASI. Selain itu, Anda akan mendapatkan hasil yang lebih banyak, karena dengan cara yang tepat, ibu dapat mengosongkan ASI yang ada di payudara dengan lebih maksimal. Memerah ASI menggunakan tangan juga lebih higienis, cukup memastikan kebersihan tangan tanpa harus melakukan sterilisasi pada alat pompa.

Kekurangannya adalah, bila Anda tidak mengetahui teknik yang benar, maka memerah ASI menggunakan tangan dapat menyebabkan luka dan sakit pada payudara.

Memerah dengan Pompa ASI

Ada 2 jenis pompa ASI yang bisa Anda gunakan, yaitu pompa ASI elektrik dan pompa ASI manual. Pompa ASI elektik menggunakan baterai atau listrik dan akan membuat gerakan mengisap ASI pada saat dinyalankan. Sedangkan, pompa ASI manual harus digerakkan dengan tangan agar dapat bekerja, misalnya dengan menekan tuas pompa untuk menghasilkan gerakan menghisap.

Keuntungan dari pompa elektrik adalah alat bergerak secara otamatis sehingga ibu dapat lebih santai, sedangkan kekurangannya adalah memerlukan baterai atau listrik dan biasanya sedikit berbunyi.

Pompa manual tidak membutuhkan energi dari baterai atau listrik, sehingga pompa dapat digunakan dimana saja tanpa perlu bergantung pada persediaan listrik. Kekurangannya adalah lebih melelahkan karena Anda harus menggerakkan pompa dan jika gerakan tidak konstan, ASI yang dihasilkan tidak maksimal.

Pompa ASI dapat dilepas-lepas menjadi beberapa bagian sehingga lebih mudah dibawa. Untuk menggunakannya, Anda perlu merangkai bagian-bagiannya. Untuk mulai memompa, bagian yang berbentuk corong ditempelkan pada payudara dengan posisi aroela di tengah. Kemudian mulai gerakkan pompa.

Untuk memerah dengan pompa, tidak diperlukan teknik khusus. Hal yang perlu diperhatikan jika ibu memerah dengan menggunakan pompa adalah bagaimana memilih pompa yang tidak membahayakan, merawat serta menjaga kebersihan alat.

Beberapa hal yang perlu diperhatikan saat Anda akan membeli pompa ASI adalah:

1. aman

Pada umumnya pompa ASI terbuat dari komponen plastik. Oleh karena itu, pilihlah pompa yang terbuat dari plastik HDPE dan BPA free sehingga aman untuk ASI yang akan diminum bayi.

2. mudah dibersihkan

Karena sering digunakan, maka pompa harus dapat dengan mudah dibersihkan. Pilih pompa yang dapat dengan mudah dibongkar dan berbentuk tidah rumit sehingga mudah untuk dibersihkan. Kebersihan juga penting agar ASI hasil perahan tetap higienis.

3. daya hisap

Pilih pompa dengan daya hisap baik tetapi tidak membuat sakit payudara. Jika bisa, pilih pompa yang dapat diatur daya hisapnya atau pompa yang memiliki daya hisap lembut sehingga rasanya seperti pijatan.

4. suku cadang mudah ditemukan

Pompa terdiri dari beberapa bagian. Ada kalanya, ada satu bagian yang rusak. Untuk mengantisipasi hal ini, sebaiknya pilih pompa yang menjual suku cadang (spare part) pompa secara satuan dan banyak dijual.

Menyimpan ASI Perah

Bagi ibu yang bekerja, menyimpan ASI Perah menjadi hal yang penting karena inilah yang akan dikonsumsi bayi saat ibu tidak ada. Sebaiknya, segera setelah melahirkan, ibu “menabung” ASI. Pada masa awal ini, ASI yang diproduksi banyak sedangkan kebutuhan bayi terhadap ASI masih sedikit. Kelebihan ASI jangan dibuang-buang. ASI yang sudah diperah disimpan dalam lemari es sebagai tabungan.

Semakin besar, kebutuhan bayi terhadap ASI semakin bertambah. Sedangkan produksi ibu sudah berkurang. Inilah saatnya menggunakan tabungan ASI sehingga bayi tetap dipuaskan. Tabungan ini juga bermanfaat sebagai cadangan saat ibu sudah mulai bekerja atau tidak ada di rumah. Jangka waktu penyimpanan ASI adalah:

  • 2 hari pada suhu ruangan;
  • 2-4 hari dalam kulkas (bukan freezer);
  • 6 bulan dalam freezer.

Agar ASI Perah tetap dalam keadaan segar dan bernutrisi, harus diperhatikan cara penyimpanan ASI Perah yang benar. Cara penyimpanan ASI Perah yang benar adalah:

  • masukkan ASI yang sudah diperah ke dalam botol atau kantung ASI sekali pakai. Masukkan ke dalam frezer jika akan disimpan dalam waktu lama;
  • jangan diletakkan di laci pintu lemari es karena pada bagian ini suhu tidak stabil;
  • jangan masukkan ASI ke dalam wadah terlalu penuh. Sisakan beberapa bagian kosong dalam wadah, karena ASI akan memuai ketika dibekukan;
  • beri label pada botol atau kantong ASI yang berisi keterangan tanggal dan waktu perah. Catatan ini berguna untuk mengetahui ASI mana yang lebih dahulu diperah;
  • gunakan ASI yang lebih lama terlebih dahulu untuk dikonsumsi.

ASI Perah yang disimpan dalam lemari es tidak bisa langsung diberikan untuk diminum bayi, harus dihangatkan terlebih dahulu sebelum diberikan kepada bayi. Cara menghangatkan ASI Perah tidak boleh dipanaskan secara langsung dengan kompor atau microwave. Cara menghangatkan ASI Perah yang benar adalah:

  • jika ASI disimpan dalam freezer dan dalam keadaan beku, pindahkan terlebih dahulu ke bagian bukan freezer (chiller room) 24 jam sebelum akan diberikan ke bayi;
  • ASI Perah yang sudah diturunkan dari bagian freezer dihangatkan dengan cara memasukkan ASI beserta wadahnya ke dalam mangkuk yang berisi air panas. Biarkan selama kurang lebih 15 menit;
  • sebelum diberikan kepada bayi, coba dahulu apakah susu sudah cukup panas, terlalu panas atau kurang panas. Caranya, teteskan ASI ke punggung tangan. Jika kurang panas, susu dapat dipanskan lagi atau jika terlalu panas, biarkan dalam suhu ruang terlebih dahulu;
  • jika ingin dengan cara yang praktis, kini sudah ada pemanas ASI dan makanan dengan menggunakan listrik. Isi alat dengan sedikit air, kemudian masukkan ASI Perah beserta wadahnya ke dalam alat pemanas. Kemudian colok listrik dan atur suhu (suhu yang disarankan untuk memanaskan ASI adalah 70 derajat). Lampu pada alat pemanas akan menyala, setelah lampu mati, susu siap diberikan kepada bayi.

Nah, itulah tips untuk memerah dan menyimpan ASI yang benar agar Anda tetap bisa memberikan ASI eksklusif pada bayi Anda meski sibuk bekerja, Ladies. Walaupun begitu, tentu saja akan lebih baik jika Anda tetap memberikan ASI secara langsung kepada bayi sebisa mungkin. Ini akan menjadikan ASI Anda tetap diproduksi. Selain itu, menyusui akan memperkuat ikatan antara Anda dan bayi. ASI eksklusif adalah makanan terbaik bagi bayi Anda. Semoga bermanfaat, Ladies! 😉

Tips Cantik Lainnya

Masukkan komentarmu

Alamat email kamu nggak akan dipublikasikan.Wajib diisi

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

Post Navigation