Tips Menghindari Konflik Dalam Pembagian Tugas Rumah Tangga Dengan Anak

help mom

Di sebuah rumah, seorang kakak diberi tugas oleh sang Ibu untuk menyapu halaman dan menyapu teras, sementara sang adik diberi tugas untuk menyiram tanaman. Di lain waktu kedua kakak beradik tersebut bertengkar satu sama lain karena merasa pembagian tugas tidak adil, kemudian keduanya sama-sama mogok untuk mengerjakan pekerjaan rumah.

Pernah mengalami situasi seperti ulasan di atas? Atau mungkin malah mengalami keadaan dimana anak-anak dan anggota keluarga yang lain tidak peduli dengan tugas-tugas dalam rumah tangga dan hanya mengandalkan orang tua saja? Tugas rumah tangga dapat dijadikan sebagai cara untuk membangun tanggung jawab dalam diri anak, serta dapat digunakan sebagai pencetus rasa keadilan karena anak merasa punya andil atau peran dalam kehidupan berkeluarga.

Namun seringkali pembagian tugas rumah tangga justru menimbulkan konflik karena ada anggota keluarga yang merasa tidak mendapat perlakuan adil dalam pembagian tugas. Berikut ini beberapa tips yang dapat digunakan untuk menghindari konflik tugas antar anak dan mengajarkan nilai keadilan seperti yang dikemukakan oleh Dr Borba:

Berikan penjelasan sejelas-jelasnya mengenai cara mengerjakan tugas
Pemberian penjelasan detail mengenai cara mengerjakan tugas membuat anak mengetahui bagaimana seharusnya ia melakukan sesuatu secara benar. Amati pekerjaannya untuk memastikan bahwa anak sudah mengerjakan tugasnya dengan baik

Ajarkan kebiasaan menolong sejak dini
Anak dapat diajarkan kebiasaan menolong sejak dini. Misalnya membantu Ibu merapikan mainannya, membuang sampah pada tempatnya, merapikan tempat tidurnya sendiri, memberi makan hewan peliharaan dan lain sebagainya. Mengajarkan kebiasaan menolong sejak dini akan membuat anak terbiasa untuk menolong orang lain terutama orang-orang terdekatnya

Memberikan pilihan
Orang tua dapat menyodorkan pilihan-pilihan tugas rumah tangga yang dapat dilakukan anak untuk membantu tugas orangtua. Anak diminta memilih tugas-tugas rumah tangga yang manakah yang akan dipilih untuk dilakukannya. Sesuaikan juga pilihan-pilihan tugas rumah tangga tersebut dengan kemampuan anak sehingga anak tidak merasa terlalu berat ketika mengerjakannya.

Kirim Surat berisi daftar tugas rumah
Orang tua dapat mengirimkan “surat” kepada anak-anak berisi daftar tugas yang harus dilakukan, bagaimana melakukannya dan kapan dilakukannya agar anak selalu ingat dan mengerti mengenai apa yang harus dilakukannya. Tempelkan “surat dalam amplop tertutup” tersebut di pintu kulkas dan biarkan anak mengambilnya sendiri.

Targetkan kemajuan, bukan kesempurnaan.
Orang tua harus menghargai meskipun tugas yang dilakukan anak masih jauh dari sempurna. Yang terpenting adalah anak bisa konsisten untuk terus belajar tentang tugas-tugasnya dan tidak harus langsung sempurna dalam satu kali pengerjaan tugas.

Jangan mengerjakan tugas yang dapat dilakukan oleh anak sendiri
Meskipun anda merasa risih dengan kamar tidur anak yang berantakan, cobalah untuk tidak bergerak membereskannya sendiri selama anak masih bisa membereskannya sendiri agar anak mengetahui bahwa kamarnya yang berantakan adalah bagian dari tanggung jawabnya.

Puji Usahanya
Bagaimanapun hasil yang dicapai anak dalam pengerjaan tugasnya, pujilah usahanya dan hargailah hasilnya.

Tips Cantik Lainnya

Masukkan komentarmu

Alamat email kamu nggak akan dipublikasikan.Wajib diisi

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

Post Navigation